Samsung Investasi Pengembangan Jaringan 5G $220 Juta di Vietnam

GenBisnis, Jakarta – Samsung memulai pembangunan pusat penelitian dan pengembangan senilai $ 220 juta di Hanoi yang fokus pada pengembangan teknologi jaringan 5G dan sejumlah teknologi generasi lainnya.

Langkah ini dilakukan vendor, untuk memperkuat posisinya sebagai pemain utama di sektor infrastruktur. Dengan pertumbuhan layanan berbasis 5G, Samsung berusaha untuk mengejar ketinggalan dari Huawei, Nokia, Ericsson dan ZTE.

Unit smartphone Vietnam mengatakan bahwa fasilitas 16-lantai akan membuat Samsung yang terbesar di Asia Tenggara, sampai dengan 3.000 staf akan dipekerjakan dan akan selesai dikerjakan pada akhir-2022. Selain 5G, R & D pusat akan fokus pada pengembangan AI, IoT, dan sistem data yang besar.

Sebelumnya Samsung menginvestasikan sekitar $ 17 miliar di Vietnam, menjadikannya investor asing terbesar di negara ini.

Saat ini chaebol Korea, telah mempekerjakan 2.200 staf R & D di Vitenam dan sebagian besar smartphone Samsung kini diproduksi di sana.

Baca Juga :  Wabah Corona, Penutupan Pabrik Samsung & LG di Korsel

Pada bulan Oktober 2019 vendor mengumumkan akan mengakhiri produksi ponsel di Cina, mengalihkan produksi ke pusat-pusat manufaktur lain untuk meningkatkan efisiensi. Terutama India dan Vitenam.

Data dari Kantor Statistik Umum Vietnam menunjukkan bahwa ekspor ponsel dan komponen dalam sembilan bulan pertama 2019 mencapai US $ 38,6 miliar dengan Samsung adalah mayoritas.

Samsung saat ini memiliki dua pabrik besar di utara Vietnam. Yang memiliki harga sekitar USD 2,5 miliar di provinsi Bac Ninh dan satu di provinsi Thai Nguyen senilai USD 1,2 miliar.

Selain ponsel, baik kedia pabrik juga menghasilkan tablet PC. Output produksi ponsel Samsung di Vietnam terbilang besar.

Pabrik di Bach Ninh mencatat hasil sekitar 35% dari seri Galaxy smartphone dijual secara global. Sementara itu, Nguyen Thai pabrik output 100 juta unit per tahun.

Baca Juga :  CEO Zoom Mengaku Bersalah

Sampai saat ini, pabrik di Bac Ninh adalah basis produksi terbesar dari Samsung nomor dua di dunia dan dianggap sangat menguntungkan. Pada tahun 2012, 97% dari ponsel keluaran dari pabrik ini dijual ke lebih dari 50 negara.

Hari ini, dengan sekitar 13 persen dari bangsa global, Vietnam adalah eksportir handset terbesar kedua di dunia setelah China.

Sumber.

Simak juga berita lainnya dengan topik terkait:

samsung5G

Leave a Reply