Senjata Hotel dalam Meningkatkan Occupancy Rate

GenBisnis, Jakarta – Sebuah bisnis, ketika mengaplikasikan sebuah sistem pada akhirnya memang tidak bisa menguntungkan semua pihak. Sama halnya dengan industri perhotelan, disatu sisi dengan adanya teknologi peningkatan omzet pemasaran kamar hotel bisa jadi lebih mudah di  jalankan. Tetapi disisi lain hal itu bisa juga jadi satu ancaman untuk kelangsungan  pelaku dalam bisnis tersebut.

Contoh nyata yang saat ini sedang  terjadi adalah, seperti  dalam hal pemesanan kamar hotel. Dengan adanya digital marketing atau digital economy, maka saat ini muncul beberapa platform baru dalam industri perhotelan dari mulai : Airbnb, Airyrooms serta Reddoorz. Dengan adanya aplikasi tersebut maka saat ini siapapun bisa memiliki bisnis seperti hotel. Kenapa, karena rumah tinggal atau sejenisnya-pun bisa di jadikan lahan bisnis dengan menyewakan kamarnya untuk wisatawan. Namun dampaknya  bagi pelaku industri perhotelan akan mengalami penurunan tingkat hunian, karena mereka secara langsung akan di adu dalam pasar yang nyata.

Terkait  aplikasi teknologi digital dalam industri perhotelan. Maka Manajemen Azana dengan adanya Azana Traveller Apps berani menargetkan jumlah booking kamarnya bisa mencapai 12.000 per bulan di seluruh Indonesia untuk jumlah bookingnya.

Senada dengan Azana Traveller Apps, analisa yang di keluarkan oleh Goggle-pun turut memperkuat kondisi yang ada. Berdasarkan data yang di rilis Google pengeluaran  liburan  tahun 2018 tumbuh menjadi Rp368,9 triliun ( tumbuh 5,1%). Sedangkan jumlah pencarian terkait objek travel-pun turut meningkat menjadi 30% per tahun. Fenomena terjadinya kenaikan yang signifikan tersebut memang berkat adanya aplikasi seperti Traveloka atau Tiket.com.

Baca Juga :  Bisnis Drop, Pengusaha Bus Mohon Izin Tunda Berikan THR

Tingginya tingkat pertumbuhan pengeluaran liburan yang ada di tahun 2018. Memang di dasarkan pada beberapa hal seperti : Traveloka memiliki satu paket promosi yang menarik bagi customer dalam hal payment. Kongkritnya adalah  Traveloka bisa memberikan opsi pemasaran dengan model pembayaran Traveloka Paylater. Sebuah terobosan yang akan membuat customer melakukan perjalanan liburannya dengan tetap  aman dan nyaman karena  biaya yang mereka gunakan untuk perjalanan wisatanya dapat dicicil dengan model Taveloka PayLater.

Sebuah bisnis, ketika mengaplikasikan sebuah sistem pada akhirnya memang tidak bisa menguntungkan semua pihak. Sama halnya dengan industri perhotelan, disatu sisi dengan adanya teknologi peningkatan omzet pemasaran kamar hotel bisa jadi lebih mudah di  jalankan. Tetapi disisi lain hal itu bisa juga jadi satu ancaman untuk kelangsungan  pelaku dalam bisnis tersebut.

Contoh nyata yang saat ini sedang  terjadi adalah, seperti  dalam hal pemesanan kamar hotel. Dengan adanya digital marketing atau digital economy, maka saat ini muncul beberapa platform baru dalam industri perhotelan dari mulai : Airbnb, Airyrooms serta Reddoorz. Dengan adanya aplikasi tersebut maka saat ini siapapun bisa memiliki bisnis seperti hotel. Kenapa, karena rumah tinggal atau sejenisnya-pun bisa di jadikan lahan bisnis dengan menyewakan kamarnya untuk wisatawan. Namun dampaknya  bagi pelaku industri perhotelan akan mengalami penurunan tingkat hunian, karena mereka secara langsung akan di adu dalam pasar yang nyata.

Baca Juga :  Karena Kilang Peyimpanan Penuh, Harga Minyak Anjlok 25%

Terkait  aplikasi teknologi digital dalam industri perhotelan. Maka Manajemen Azana dengan adanya Azana Traveller Apps berani menargetkan jumlah booking kamarnya bisa mencapai 12.000 per bulan di seluruh Indonesia untuk jumlah bookingnya.

Senada dengan Azana Traveller Apps, analisa yang di keluarkan oleh Goggle-pun turut memperkuat kondisi yang ada. Berdasarkan data yang di rilis Google pengeluaran  liburan  tahun 2018 tumbuh menjadi Rp368,9 triliun ( tumbuh 5,1%). Sedangkan jumlah pencarian terkait objek travel-pun turut meningkat menjadi 30% per tahun. Fenomena terjadinya kenaikan yang signifikan tersebut memang berkat adanya aplikasi seperti Traveloka atau Tiket.com.

Tingginya tingkat pertumbuhan pengeluaran liburan yang ada di tahun 2018. Memang di dasarkan pada beberapa hal seperti : Traveloka memiliki satu paket promosi yang menarik bagi customer dalam hal payment. Kongkritnya adalah  Traveloka bisa memberikan opsi pemasaran dengan model pembayaran Traveloka Paylater. Sebuah terobosan yang akan membuat customer melakukan perjalanan liburannya dengan tetap  aman dan nyaman karena  biaya yang mereka gunakan untuk perjalanan wisatanya dapat dicicil dengan model Taveloka PayLater.

Leave a Reply