Soal Pangan di Jatim Selama Pandemi Surplus, Khofifah Lapor Jokowi

GenBisnis, Surabaya – Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyebut ketersediaan bahan makanan di Jawa Timur di masa pandemi aman. Bahkan, stoknya melimpah atau surplus. Hal ini dipaparkan Khofifah saat menerima Presiden Joko Widodo di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Khofifah memaparkan bahan makanan yang surplus ini yakni beras, telur, daging ayam hingga daging sapi.

“Perkiraan ketersediaan bahan pangan di tahun 2020 kami surplus, beras kami surplus, telur kami juga surplus daging ayam ras kami juga surplus, daging sapi ini sebetulnya surplus kami cukup besar,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (25/6/2020).

Tak hanya itu, daging sapi yang surplus ini merupakan hasil dari balai inseminasi buatan di Singosari, Malang. Khofifah menawarkan sejumlah gubernur untuk bisa belajar berasma terkait inseminasi buatan pada sapi di Singosari.

Baca Juga :  Kelangkaan Produk, NIVEA Produksi Hand Sanitizer

“Ini ada kerja sama dari kementerian pertanian yang hari ini sudah menyiapkan sangat banyak program training yang diikuti oleh masyarakat dari luar negeri. Karena itu kami meminta beberapa gubernur mengirimkan tim training di balai besar inseminasi buatan ini yang kami bisa maksimalkan barangkali suatu saat kita bisa lebih terukur untuk mengukur bagaimana swasembada daging siapkan lebih komprehensif,” imbuhnya.

Sementara untuk ketersediaan bahan pokok seperti jagung, bawang merah hingga cabai rawit, Khofifah menyebut stoknya aman. Begitu pula dengan susu yang menyumbang 57% kontribusi secara nasional.

“Ketersediaan jagung kami hari ini 1,8 juta ton, hari ini cabe rawit dan seterusnya berikutnya kontribusi bahan makanan di Jatim secara nasional kami di peringkat 1 dengan kontibusi 20%, telur kami 29% support secara nasional dan susu sapi support 57% secara nasional,” lanjut Khofifah.

Baca Juga :  Langkah KKP Tingkatkan Daya Saing Produk

Khofifah berharap dengan stok bahan pangan yang aman hingga surplus di Jatim, akan berdampak pada tercukupinya gizi masyarakat. Sehingga angka stunting tidak naik.

“Saya berharap di masa pandemi ini kita tidak akan berefek pada naiknya angka stunting,” harap Khofifah.

(HG) Sumber.

Leave a Reply