Sukses Bisnis Tangan Part 2

Genbisnis – Melanjutnya mengenai bisnis tanda tangn Taichiro Motoe. Belum membaca part 1? klik disini.

Sebelum menjadi pengusaha, Motoe adalah pengacara perusahaan di Anderson Mori, firma hukum top Jepang. Dia pergi sekitar tiga tahun kemudian untuk memulai firma hukumnya sendiri, Authense Law Office, dan kemudian mendirikan Bengo4 di tahun yang sama.

Selain menjadi pengusaha miliarder dan pengacara, Moto juga menjadi anggota parlemen. Pria berusia 44 tahun ini telah menjadi anggota majelis tinggi Parlemen Jepang sejak 2016, dan merupakan anggota parlemen berpenghasilan tertinggi di negara itu tahun lalu dengan pendapatan yang dilaporkan sebesar 845 juta yen atau sekitar Rp118 triliun, sebagian besar dari penjualan saham.

Baca Juga :  Dari Akun Twitternya, Jokowi Ucapkan Selamat Hari Kartini

Dan awal bulan ini, ia bergabung dengan kabinet Perdana Menteri Yoshihide Suga yang baru terpilih sebagai Wakil Menteri Keuangan Parlemen.

Ide miliaran dolar datang ke Motoe ketika dia frustrasi dengan budaya hanko saat bekerja sebagai pengacara. Dirinya harus memasang perangko di tumpukan besar kontrak satu per satu.

Bengo4, yang namanya plesetan dari kata Jepang untuk “pengacara,” yang dilafalkan “bengoshi” dimulai sebagai direktori online untuk pengacara. Ketika itu perusahaan tersebut terdaftar di pasar modal kecil Bursa Efek Tokyo pada tahun 2014 setelah itu setahun kemudian perusahaan meluncurkan CloudSign.

“Saya merasakan inefisiensi dalam budaya bisnis. Selanjutnya, saya melihat tanda tangan elektronik menjadi sangat populer di luar negeri dan percaya bahwa suatu hari nanti akan populer di Jepang juga,” kata Motoe.

Baca Juga :  Akhirnya Rupiah Menguat Dibawah Rp 14.000

RID, SUMBER

One Reply to “Sukses Bisnis Tangan Part 2”

Leave a Reply