Tanggapan Bill Gates Terkait Vaksin Disusupi Chip

GenBisnis, Jakarta – Bill Gates menanggapi hasil survey yang menunjukkan lebih dari seperempat warga AS percaya teori konspirasi yang menyebut kalau vaksin yang ia kembangkan untuk menangkal virus corona dipasang alat pelacak.

Menurut Gates hal itu tidak benar. Hal ini diungkap menanggapi jajak pendapat dari YouGov dan Yahoo News. Jajak pendapat itu menyebut 28 persen warga Amerika Serikat (AS) percaya dengan teori konspirasi kalau vaksin yang dikembangkan Gates dipasang cip mikro untuk melacak pergerakan jutaan orang.

“Kita perlu mengungkap kebenarannya disini,” jelas Gates, co-founder Microsoft dan co-chair dari yayasan Bill dan Melinda Gates, dalam wawancara deng, Rabu (22/7)

“Saya harap ini akan membuat orang mendapat kebenaran faktanya,” jelasnya seraya menjelaskan kalau ia ingin pandemi Covid-19 ini segera berakhir.

Bulan lalu, Bill Gates juga sempat membuat bantahan serupa terhadap teori konspirasi ini. Ia menyebut menyisipkan cip pelacak ke dalam vaksin, “sulit dielakkan,” tuturnya. “Karena itu sangat bodoh,” seperti dikutip Business Insider. 

Baca Juga :  Maraknya Wabah Virus Corona, Xiaomi Bagikan Tips Membersihkan Ponsel

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada vaksin corona yang telah lulus uji badan obat dan makanan AS. Meski virus ini telah membunuh lebih dari 600 ribu orang dalam setengah tahun terakhir.

Saat ini, menurut data WHO ada lebih dari 100 vaksin yang tengah dikembangkan. Sementara 23 vaksin sudah masuk dalam uji klinis atau tahap pengujian ke manusia.

Pada Februari, Yayasan Bill dan Melinda Gates menyumbangkan US$100 juta untuk penelitian vaksin dan obat terkait virus corona. Bantuan ini diberikan setelah WHO meminta bantuan pendanaan US$675 juta untuk melawan penyebaran virus ini.

“Yayasan kami ada untuk mengurangi angka kematian dan membawa pemerataan kesehatan,” tuturnya.

Sehingga ia menyayangkan beberapa orang yang masih percaya dengan “ide dan tuduhan (kalau yayasannya) membuat cip atau menciptakan virus.”

Tak berhenti di situ, Juni lalu Bill Gates kembali menggelontorkan dana lebih besar, US$1,6 miliar. Dana bantuan yang 16 kali lipat lebih besar dari dana ke WHO ini diberikan untuk Aliansi Vaksin Gavi. Gavi adalah organisasi yang fokus memberikan imunisasi kepada anak akibat pandemi virus corona.

Baca Juga :  Resmi, Tarif Ojol /Km di Jabodetabek Naik Sebesar

“Kami ingin memastikan tidak ada orang yang tewas hanya karena mereka tak bisa mendapat vaksin,” jelas Gates. “

Gates menyebut jika nanti vaksin sudah tersedia, maka orang-orang perlu mendapat dua kali vaksin. Sehingga hal ini menurutnya bisa membuat vaksin sulit didapat oleh orang-orang tertentu.

Melinda Gates juga sempat mengungkap hal serupa pada Mei lalu. Menurutnya, jika vaksin sudah tersedia pun, perusahaan-perusahaan penyedia vaksin ini mesti kembali berhadapan dengan masalah produksi massal. Sebab, orang-orang tak cukup mendapat vaksin sekali saja.

(HG) Sumber.

Leave a Reply