Tawaran Investasi Belanda

Genbisnis – Indoneisa memang negara yang memiliki kekayaan alam yang tak ternilai. Selain itu, sumber daya manusia yang sudah mulai berkembang menjadikan Indonesia seloah menjadi lumbung emas bagi para investor menjadi daya tarik tinggi bagi pengusaha Eropa, khususnya Belanda.

Oleh karena itu Belanda pun masih tetap melihat Indonesia sebagai market yang memiliki masa depan cerah untuk diajak kerja sama dalam penanaman modal asing.

Tak heran jika saat ini banyak pengusaha Belanda yang memperluas jaringan bisnis untuk market Indonesia.

Penanaman modal asing ini dinilai memberikan dampak positif bagi Belanda dan Indonesia karena dengan investasi ini kedua pihak bisa tumbuh bersama di era yang sangat penuh tantangan ini. 

Salah satu expansi atau bentuk kerja sama antara Belanda dan Indonesia adalah hadirnya PT Honicel Indonesia. Kerja sama ini menjadi salah satu  contoh bentuk kerja sama bilateral kedua negara. 

MD Honicel Indonesia, Michael, mengatakan bahwa PT Honicel Indonesia mendirikan pabrik pertamanya di Tangerang Indonesia dengan tujuan untuk mendirikan pabrik berikutnya di Surabaya dan Semarang dalam waktu dekat ini.

Baca Juga :  PT Pertamina Menargetkan Peningkatan Investasi 84 Persen

 Lini bisnis utamanya adalah produksi kertas honeycomb yang diperuntukkan dalam indus tri furnitur dan pintu.

“PT Honicel Indonesia juga memproduksi dan mendorong Industri export untuk go green dengan menggunakan produknya untuk mengurangi pemakaian dan penceramaran lingkungan yang disebabkan oleh styrofoam,” tutur Michael dalam keterangannya belum lama ini. 

Tak dipungkiri bahwa banyak yang menilai investasi di Indonesia adalah sebuah risiko tinggi  karena beberapa faktor seperti rawan gempa dan banjir, banyaknya aksi demo, hingga infrastruktur yang kurang memadai. 

Namun Michael melihat di luar itu semua, baik dari sisi pro dan kontra, Investasi di Indonesia masih cenderung sangat diminati oleh pihak asing dan didukung penuh oleh Presiden Jokowi, seperti yang saimpaikan dalam visi misi nya dalam periode 2019-2024.

“Salah satunya adalah memudahkan dan mengundang investor asing untuk membuka lahan pekerjaan dan kesempatan baru bagi Indonesia. Hal ini pun mengundang banyak nya lini bisnis baru untuk mulai produksi lokal di Indonesia,” katanya.

Baca Juga :  Harga Emas Catat Rekor Tertinggi, Jual atau Beli?

Menurut Michael, Honicel Indonesia tumbuh cepat karena dukungan masyarakan yang semakin peduli lingkungan.

Diharapkan dengan adanya fasilitas atau produksi lokal yang memadai, baik dari kualitas dan kapasitas, konsumsi pasar ekspor untuk kebutuhan  pengemasan ramah lingkungan  bisa terpenuhi oleh Honicel Indonesia.   

“Produksi sekarang ini meningkat pesat karena buyer di luar sana minta semua pengiriman sampai negara mereka harus go green dan tidak boleh ada styrofoam” kata Michael.

RID, SUMBER

Leave a Reply