Tetap Bisa Investasi Ditengah Resesi part 1

Genbisnis Jakarta – Setelah resmi diumumkan bahwa negara kita memasuki resesi ekonomi, banyak masyarakat yang semaikin cemas dengan kondisi ekonomi kedepannya.

Resesi sendiri merupakan kondisi ketika produk domestik bruto (PDB) suatu negara terkontraksi dalam akibat aktivitas ekonomi yang lesu.

Saat ini, mobilitas ekonomi kian berkurang karena pandemi Covid-19 mengharuskan masyarakat menjaga jarak antara satu sama lain.

Pembatasan sosial membuat kegiatan ekonomi tidak sekencang di zaman normal.

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pun menjadi pilihan yang tidak sedikit diambil oleh korporasi demi menjaga kelangsungan usaha.

Lantas, bagaimana dengan masyarakat sendiri? Apakah selamanya akan berpegang pada motto Cash is a King untuk menyelamatkan diri?

Sejumlah ahli investasi mengatakan bahwa penempatan dana pada instrumen di pasar keuangan seperti saham, surat utang, maupun deposito masih layak dilakukan saat ekonomi dilanda resesi.

Baca Juga :  Dinas Perindustrian Kota Tangerang Pantau 8 Supermarket dan 2 Pasar

Head of Market Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan di tengah situasi saat ini investor pada dasarnya tak memiliki banyak pilihan karena ketidakpastian sangat tinggi.

Namun, Wawan menyebut instrumen investasi yang cenderung minim risiko tetap menarik. Salah satunya adalah surat utang yang dikeluarkan oleh pemerintah karena dapat dikatakan tidak ada risiko.

Selama ini, Pemerintah Indonesia belum pernah gagal membayar utang-utang yang diterbitkannya.

“Makanya itu SR013 yang lagi ditawarkan animonya tinggi, karena ya nggak ada pilihan lagi. Sesuatu yang memberikan imbal hasil lebih pasti tapi aman, ya obligasi pemerintah,” kata Wawan kepada Bisnis, baru-baru ini.

Namun, investor tetap perlu melakukan alokasi aset. Penempatan saham yang sama sekali tidak ada pada masa pandemi bisa membuat masyarakat tak dapat menikmati kenaikan pasar saham saat ekonomi pulih.

Baca Juga :  BAHAYA!!! Jangan Simpan Smartphone di Saku Celana atau Dekat Bra

Ungkapan “jangan meletakkan semua telur dalam satu keranjang” menjadi sangat relevan.

“Diversifikasi secara geografis juga dapat menjadi pilihan menarik. Alokasi investasi ke luar Indonesia dapat dilakukan melalui reksa dana saham offshore sharia ke negara maju seperti Amerika Serikat, China, dan negara-negara Asia Pasifik lainnya,” kata Executive Vice President Head of Wealth Management & Premier Banking Commonwealth Bank Ivan Jaya.

One Reply to “Tetap Bisa Investasi Ditengah Resesi part 1”

Leave a Reply