Tips Cerdik Agar Bisnis Ritel Sukses

GenBisnis – Secara bahasa, definisi ritel adalah bisnis yang menjual sejumlah kecil komoditas atau lebih jamak disebut eceran. Berasal dari bahasa Prancis pada kata retailer yang berarti memotong menjadi lebih kecil. Dari keteranga itu dapat disimpulkan bisnis ritel adalah model bisnis yang menjualkan barang kebutuhan langsung pada konsumen akhir.

Sejatinya bisnis ritel sangat cocok diterapkan di suatu negara dengan jumlah penduduk yang tinggi, termasuk Indonesia. Hukum nya jumlah penduduk yang tinggi sejalan dengan permintaan barang yang tinggi. Namun seperti kebanyakan bisnis lainnya, resiko gagal pun cukup tinggi dalam bisnis ritel.


Untuk meminimalisir resiko tersebut sebaiknya ikuti tips berikut ini :

Susunlah Bisnis Plan yang Realistis
Optimisme saat menjalankan bisnis mutlak diperlukan untuk setting goal yang tinggi. Namun Anda tidak boleh terjebak dalam harapan tidak realistis yang lahir dari optimisme berlebih. Oleh karena itu penting sekali sebelum memulai bisnis ritel, pastikan sudah memiliki rencana bisnis yang baik dan realistis diawal.

Misalkan begini, Anda mentargetkan pangsa pasar masyarakat kelas B dan A atau menengah keatas. Maka barang yang Anda jual tidak bisa mengabaikan kualitas. Lokasi bisnis Anda juga harus strategis, karena target pasar menengah ke atas tidak mau beli barang dari lokasi yang kurang strategis.

Menyesuaikan Permintaan Pasar

Pergerakan pasar sangat dinamis, selalu berubah setiap waktu. Selera pasarpun selalu berkembang mengikuti perkembangan zaman. Akan sulit jika Anda mengandalkan hanya satu jenis barang dalam persaingan bisnis ritel saat ini, harus ada varian produk yang terus mengikuti perkembangan pasar.

Baca Juga :  Peluncuran Mobil Baru Anti Virus Corona di China

Jangan egois hanya melihat dari sudut pandang Anda sebagai pelaku bisnis. Selalu pakai kacamata dari konsumen. Apa yang saat ini diminati oleh konsumen, selalu pakai kacamata itu. Agar apa yang terjadi pada brans besar yang sudah gulung tikar, tidak juga terjadi pada bisnis Anda.

Digitalisasi
Tidak lagi dipungkiri, media promosi yang paling efektif saat ini mengarah pada internet. Cara lama yang konvensional sudah sangat tidak disarankan untuk dilakukan saat ini. Anda harus sudah mulai lakukan digitalisasi.

Dalam menjalankan bisnis ritel, inventaris dan perkasiran merupakan dua hal yang sangat berpengaruh pada operasi harian.

Dua hal ini pula yang seringkali terhambat. Misalnya, data inventaris yang tidak sesuai antara pencatatan dan jumlah asli, atau pendapatan harian yang tidak sesuai dengan jumlah penjualan. Hambatan semacam itu masih sering terjadi diakibatkan oleh sistem pencatatan yang masih manual dan tertulis.

Mencari Partner Bisnis yang Tepat
Tentu saja dalam menjalankan bisnis, apapun itu, Anda akan bermitra dengan orang atau perusahaan lain. Baik selaku supplier, distributor, investor, atau bentuk kemitraan lainnya.

Hubungan antara Anda dan mitra pun tentu saja simbiosis mutualisme sehingga keduanya harus sama-sama membawa manfaat dan keuntungan untuk masing-masing pihak. Oleh karena itu, kalau Anda salah dalam memilih mitra, bisnis Anda justru akan semakin sulit untuk berkembang.

Kesalahan dalam bermitra ini masih bisa dicegah dengan cara hati-hati. Memang cara ini terdengar klasik, namun prinsip kehati-hatian harus selalu diterapkan saat menjalankan suatu bisnis.

Baca Juga :  8 Ide Bisnis Yang Menjanjikan Selama di Rumah Aja

Anda bisa mulai dengan mempelajari rekam jejak dari calon mitra Anda. Jangan mudah percaya dengan apa yang mereka bicarakan. Tanyakan pencapaiannya kepada rekan-rekan Anda, atau ke orang lain yang sedang atau pernah menjadi mitranya. Saat menjalin kerjasama ada baik nya ada perjanjian hitam diatas putih untuk memperkuat payung hukum atas kesepakatan bersama.

Bentuk Team yang Produktif
Saat menjalankan sebuah bisnis, penting sekali bagi Anda untuk tahu sampai mana kapasitas diri Anda. Tidak akan bisa berkembang jika Anda hanya menjadi superman dalam bisnis tersebut. Semua Anda kerjakan sendiri.

Memang sebuah bisnis sudah terasa seperti anak kandung sendiri yang harus terus diperhatikan dan dibina. Namun, layaknya mengasuh anak, Anda akan menghadapi tantangan yang lebih ringan bila dilakukan secara bersama-sama.

Oleh karena itu, jangan ragu untuk mendelegasikan tugas-tugas yang sekiranya tidak bisa Anda tangani sendiri. Bentuk team yang mempunyai tugas yang jelas dan target yang jelas.

Jangan ragu untuk meminta nasihat, saran, atau tips dari sesama pengusaha lain soal tantangan yang Anda hadapi. Jangan ragu pula untuk mengikuti seminar-seminar yang bisa menambah wawasan Anda.

Sumber.

Leave a Reply