Trik Jitu Memulai Bisnis Minimarket di Rumah

GenBisnis – Jika Anda jeli dalam melihat peluang, masih banyak daerah di pinggiran kota yang masih cukup jauh jarak perumahan warga dengan toko ritel yang menjual kebutuhan sehari-hari. Membuka minimarket adalah salah satu usaha yang menguntungkan. Namun, seringkali upaya ini terhalang modal yang terbatas. Apalagi banyaknya minimarket waralaba dengan modal besar yang telah menjamur hingga ke berbagai daerah. Oleh karena itu, untuk menyiasati modal, Anda bisa membuka minimarket di rumah sendiri, yaitu bisnis minimarket rumahan.

Supaya bisa memulai bisnis minimarket rumahan yang menguntungkan ini Anda bisa terapkan langkah berikut untuk bisa sukses menjalankan nya.

1. Siapkan Legalitas
Kita tinggal di Indonesia yang merupakan negara hukum. Artinya segala sesuatu harus dilakukan berdasarkan peraturan hukum yang berlaku. Salah satu konsekuensinya adalah Anda butuh mengurus izin terlebih dahulu sebelum mendirikan sebuah usaha.

Pastikan kalau Anda memiliki mengantongi izin usaha dan izin gangguan untuk menghindari masalah yang mungkin timbul di kemudian hari. Dengan begitu, bisnis minimarket rumahan Anda bisa mendapatkan kredibilitas yang layak di mata pelanggan.

2. Persiapkan Ruangan yang Cukup

Bila Anda memiliki ruang tamu atau garasi yang lapang maka bisa disulap menjadi minimarket. Namun, kalau memang tidak punya, maka mau tidak mau Anda harus membangun ruangan tambahan. Oleh karena itu, pertimbangkan lagi apakah modal yang Anda keluarkan untuk membangun ruangan ini akan setimpal dengan penghasilan yang Anda dapatkan ketika bisnis minimarket rumahan ini berjalan. Bila memang tidak memungkinkan, mungkin Anda bisa mencari hutang jangka panjang.

3. Design dan Atur Ruangan dengan Baik

Meskipun bisnis minimarket rumahan ini didirikan di rumah Anda sendiri, namun Anda juga perlu membuat layout yang nyaman bagi para konsumen. Mengatur layout sejak awal penting karena bila Anda sudah terlanjur membeli rak, cooling box, kulkas, dan lain sebagainya tanpa merencanakan peletakannya, maka minimarket Anda akan terasa kurang nyaman.

Baca Juga :  Mal Masih Akan Sepi Hingga Akhir 2020

4. Bijak Dalam Membeli Aset

Untuk menekan modal, putarlah otak Anda supaya tidak harus mengeluarkan uang besar. Misalnya, untuk belanja rak Anda sebetulnya tidak harus membeli baru. Anda bisa membeli bekas, atau memanfaatkan barang-barang bekas. Bila membeli rak besi terlalu mahal, coba pertimbangkan untuk membeli palet kayu sebagai penggantinya. Memang Anda perlu kerja ekstra, namun penghematannya bisa untuk support kebutuhan yang lain.

5. Pilih Sistem Kasir yang Terjamin
Mendirikan usaha bisnis minimarket rumahan tidak mungkin tanpa sistem perkasiran yang baik. Kalau Anda masih mengandalkan sistem manual seperti warung kelontong kebanyakan, maka efisiensi tidak akan tercapai. Untuk itu, sebaiknya gunakan mesin kasir yang sudah mengadopsi teknologi yang pencatatannya lebih akurat, penggunaannya lebih mudah, dan pengolahan datanya lebih cepat guna evaluasi mingguan usaha Anda.

6. Buat spanduk yang menarik perhatian

Manusia adalah makhluk visual. Oleh karena itu, buatlah spanduk yang menarik dengan berbagai aksen warna yang memang terbukti memikat mata. Misalnya, merah dan kuning. Warna ini begitu tajam di mata, sehingga akan langsung menarik perhatian. Jangan lupa untuk sertakan promo-promo menarik di spanduk ini.

7. Hunting Barang Modal Semurah Mungkin

Selanjutnya adalah modal usaha minimarket. Pastinya Anda akan mengandalkan margin untuk meraup keuntungan. Nah, untuk meningkatkan margin tersebut, maka pilih supplier yang bisa memberikan harga murah dan mau untuk dibayar di belakang. Anda juga bisa dengan membeli ke pasar-pasar supaya bisa mendapatkan harga yang lebih murah.

8. Siapkan Layanan Terbaik di Lingkungan Anda

Layanan adalah hal yang bisa memberikan Anda keunggulan daripada minimarket lainnya. Kalau Anda perhatikan, warung kelontong terkadang memberikan pelayanan yang kurang ramah. Begitupun dengan minimarket waralaba yang biasanya hanya sebatas pengucapan salam dan terima kasih saja. Untuk itu, Anda perlu memberikan pelayanan yang lebih ramah dari mereka. Bisa dengan memulai percakapan ringan dengan senyuman.

Baca Juga :  Toyota Memimpin Daftar Mobil Paling Laris Kuartal Pertama 2020

9. Perhatikan Kebutuhan Masyarakat Sekitar

Beruntungnya, minimarket yang Anda didirikan di rumah pastilah konsumen utamanya adalah tetangga Anda sendiri. Sehingga Anda tahu betul soal kebutuhan apa yang paling dicari. Misalnya, di sekitar Anda saat ini banyak ibu-ibu yang baru saja melahirkan. Maka pastilah permintaan kebutuhan dasar bayi akan melonjak tinggi. Antisipasi lonjakan ini dengan belanja alat-alat kebutuhan bayi di tempat yang semurah mungkin.

Di mana Anda membuka minimarket pun turut memengaruhi harga yang bisa Anda tawarkan. Kalau Anda membuka di kawasan dengan kelas sosial-ekonomi menengah ke atas, maka marginnya bisa lebih tinggi daripada lokasi lainnya. Oleh karena itu, lakukanlah observasi terlebih dahulu soal pola belanja tetangga sekitar Anda.

10. Promo di Momen Spesial


Hari-hari spesial seakan punya magnet tersendiri yang menarik orang untuk berbelanja. Apalagi ketika di hari itu terdapat diskon atau paket promo lainnya yang menarik hati. Bila Anda tinggal di kawasan plural, maka adakan paket promo di hari-hari keagamaan tidak ada salahnya. Bila Anda tinggal di kawasan yang islami sekali, mungkin bisa adakan promo di setiap hari Jum’at. Hal-hal unik semacam ini yang bisa membuat minimarket Anda jadi bahan perbincangan sehingga awareness terhadap bisnis Anda pun semakin meningkat.

Sumber.

Leave a Reply