Trump Angkat Tangan Mengenai Kelangkaan Alat Tes Corona di AS

GenBisnis, JAKARTA – Kelangkaan alat tes corona membuat sejumlah pasien tidak bisa diperiksa. Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan bertanggung jawab terkait dengan kelangkaan alat test virus corona di AS.

            “Saya tidak bertanggung jawab sama sekali,” kata Trum pada reporter dalam konferensi pers di Gedung Putih, Jumat (13/3/2020). Menurutnya, pemerintah dihadapkan dengan aturan yang tidak sesuai dengan kondisi saat ini.

            Trump telah menambahkan dirinya telah mendorong perubahan sejumlah aturan sehingga ke depannya tes virus corona atau Covid-19 terhadap suspect dapat dilakukan dalam jumlah besar dengan waktu yang cepat.

            As dinilai masih klamban dalam melakukan tes virus corona, ini berarti sejumlah masyarakat yang sebetulnya positif dan tidak tahu kondisinya tidak dapat melakukan langkah preventif.

Baca Juga :  Tanzanite, Bikin Penambang Mendadak Jadi Miliarder

            Gubernur di sejumlah negara bagian frustrasi dengan kondisi ketersediaan alat tes yang disediakan pemerintah federal. Dengan sekitar 1,200 kasus, ahli kesehatan AS mengkrititik bagaimana Gedung Putih merespon masalah ini.

“Ini adalah bencana yang tidak dimitigasi sehingga pemerintah telah mengancama populasi,” ujar Direktur Harvard Global Health Institute Ashish Jha. Dia membandingkan lambannya tes virus corona dengan Iran, Italia, China dan Korea Selatan

Pemerintah AS sendiri telah menolak melakukan tes yang digunakan oleh World Health Organization dan memilih mengembangkan versi pemeriksaan berbeda. Uji virus corona di AS menghasilkan sejumlah komponen yang salah sehingga menyebabkan banyak hasil yang tidak meyakinkan. Butuh beberapa minggu untuk memperbaikinya.

Pedoman yang dirilis pemerintah untuk pengetesan suspect sangat sempit. Pedoman ini menginstruksikan rumah sakit dan dokter untuk melakukan pemeriksaan terhadap orang yang memiliki gejala pernapasan saja dan mereka yang baru melakukan perjalanan dari China baru-baru ini atau mereka yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif virus corona.

Baca Juga :  Dua Dokter di China Positif Corona, Kulitnya Menghitam

Di California, Oregon dan Washington, pembatasan tersebut telah memicu penyebaran virus terhadap warga yang tidak menunjukkan gejala penyakit dengan virus corona atau mereka yang tidak masuk kriteria pedoman tersebut.

Trump mengungkapkan pihak swasta akan membantu menyediakan tes bagi suspect virus corona.

Sumber

Leave a Reply