Trump Minta Penghitungan Suara Disetop, Ini yang Akan Dilakukan Pennsylvania

Pennsylvania akan menentang segala upaya untuk menghentikan pemungutan suara yang tengah berlangsung di negara bagian Amerika Serikat itu. Hal ini disampaikan setelah tim kampanye Presiden Donald Trump mengajukan gugatan ke pengadilan untuk menghentikan penghitungan suara di negara bagian penting itu.

Gubernur Pennsylvania, Tom Wolf mengatakan bahwa proses penghitungan surat suara Philadelphia adalah proses yang terbuka dan transparan. Dikatakannya, penghitungan surat suara disiarkan secara live streaming di situs web pemilihan sehingga siapapun bisa menyaksikannya.

“Jadi saya tidak yakin bagaimana itu bisa disebut sebagai kurangnya transparansi. Bagi saya ini tidak pernah lebih transparan dari sekarang,” tegas gubernur tersebut dalam konferensi pers seperti dilansir CNN, Kamis (5/11/2020).

Dalam konferensi pers bersama Wolf, menteri luar negeri Pennsylvania, Kathy Boockvar mengatakan dia tidak dapat berbicara karena proses pengadilan sedang berlangsung. Namun, ditegaskannya bahwa negara bagian itu akan “menentang setiap upaya untuk menghentikan pemungutan suara kapan saja.”

Baca Juga :  Ke Stockholm Swedia, KBRI Tawarkan 10 Wisata Bali Baru

“Kami yang akan memutuskan kapan suara terakhir dihitung,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa tim kampanye Trump meminta pengadilan untuk menghentikan penghitungan suara di Pennsylvania. Ini dilakukan setelah langkah serupa dilakukan terhadap negara-negara bagian penting Michigan dan Wisconsin.

Tim kampanye Trump menuduh pejabat-pejabat pemilihan melarang “pengamat” untuk mendekati penghitung suara di Pennsylvania.

“Kami juga menuntut untuk menghentikan sementara penghitungan sampai ada transparansi yang berarti,” kata wakil manajer kampanye Justin Clark dalam sebuah pernyataan seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (5/11/2020).

Trump dan pesaingnya dari Partai Demokrat, Joe Biden saat ini masih bersaing sengit dalam penghitungan suara di Pennsylvania. Menurut data penghitungan suara seperti dilansir New York Times, Trump unggul tipis atas pesaingnya, Joe Biden dengan meraih 51,2 persen suara, sedangkan Biden mendapat 47,5 persen suara.

Baca Juga :  Stimulus Terbaru Dari PLN Untuk Masyarakat

Data ini berdasarkan penghitungan suara yang telah mencapai 87 persen. Sisa suara via pos yang masih dalam penghitungan disebut-sebut akan menguntungkan Biden. Negara bagian ini memiliki 20 electoral votes.

(aj)

Leave a Reply