Untung Pengusaha Batubara dan UU Cipta Kerja

Genbisnis – Negara kita menjadi salah satu penghasil batu bara dunia. Di Indonesia, endapan batu bara yang bernilai ekonomis terdapat di cekungan Tersier, yang terletak di bagian barat Paparan Sunda (termasuk Pulau Sumatra dan Kalimantan).

Pada tahun 2018 lalu, Kementerian ESDM mengklaim sektor mineral dan batu bara menyumbang Rp 40,6 triliun Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2017. Sekitar 125 persen dari target APBNP tahun 2017.

Angka tersebut tentu bukan angka yang kecil. Namun saat ini sepertinya, terdengar suara sumbang mengenai batubara pasca disahkannya UU Cipta Kerja.

Dalam Undang-undang Cipta Kerja peningkatan nilai tambah pada batu bara akan dikenakan royalti 0%. Dengan ketentuan tersebut, bahan baku akan menjadi kompetitif dan investasi akan berjalan.

Baca Juga :  Pemberian Sanksi, Penjual Masker Ambil Untung Berlebih di Bukalapak

Demikian disampaikan Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam teleconference tentang Omnibus Law Cipta Kerja di Jakarta, Rabu (7/10/2020).

“Terkait dengan sub klaster mineral dan batu bara dalam Undang-undang Cipta Kerja itu bisa disampaikan di sini bahwa diberikan perlakuan tertentu terhadap penerimaan negara untuk kegiatan peningkatan nilai tambah batu bara yaitu diberikan royalti sebesar 0% intinya adalah bagaimana bahan baku bisa kompetitif dan kemudian investasi bisa dilaksanakan, kemudian tenaga kerja bisa terserap dan memiliki nilai kompetitif,” paparnya.

Arifin menuturkan undang-undang Cipta Kerja diharapkan dapat menarik investasi. Serta, meningkatkan nilai tambah dan menyerap tenaga kerja.

“Intinya adalah bagaimana bisa memudahkan investasi serta meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam yang ada, supaya investasi bisa masuk dan bisa menyerap tenaga kerja,” ujarnya.

Baca Juga :  Landasan Buruh Melakukan Mogok Kerja, Apakah Sah Secara Hukum?

Meski begitu, tak semua sektor ESDM masuk ke Undang-undang Cipta Kerja. Beberapa sektor masih diatur dalam aturan yang lama.

“Tapi di luar itu semuanya kita masih mengacu pada undang-undang yang lama di antaranya Undang-undang Migas dan Undang-undang Minerba yang beberapa waktu lalu sudah disahkan,” terangnya.

RID, SUMBER

Leave a Reply