Vaksin Covid-19 Buatan AstraZeneca Meluncur Desember 2020

Genbisnis.com, JAKARTA Kepala eksekutif raksasa farmasi AstraZeneca mengatakan kandidat vaksin virus korona dapat siap digunakan pada akhir Desember 2020. Saat ini, mereka tengah menunggu persetujuan regulasi.

“Otoritas regulator terus bekerja dengan data kami. Jika mereka cepat saat kami siap, kami dapat mulai memvaksinasi orang pada Januari, mungkin pada akhir Desember,” kata kepala eksekutif Pascal Soriot dilansir dari CBS News.

Pembuat obat Anglo-Swedia itu bekerja sama dengan Universitas Oxford di Inggris untuk memproduksi kemungkinan vaksin virus korona, yang dianggap sebagai salah satu yang paling menjanjikan dalam perlombaan untuk menemukan obat untuk pandemi.

“Mungkin kami tidak akan pernah mendapatkan uang darinya (vaksin), tidak ada yang tahu seberapa sering Anda perlu vaksinasi,” kata Soriot. “Jika vaksin itu sangat efektif dan melindungi orang selama bertahun-tahun, dan penyakitnya hilang, maka tidak ada pasar.”

Baca Juga :  Mau Sukses Berbisnis? Inilah Yang Harus Kamu Hindari

Soriot mencatat bahwa banyak ahli, bagaimanapun, percaya akan ada kebutuhan untuk vaksinasi ulang. “Jika itu harus dilakukan setiap tahun, kami dapat memperoleh uang darinya mulai tahun 2022.”

“Tapi kita harus memastikan vaksin itu benar-benar berfungsi,” ujarnya.

Komentar Soriot muncul saat AstraZeneca merilis hasil yang menunjukkan bahwa pendapatan kuartal ketiga naik 3 persen karena pandemi tersebut mengurangi diagnosis kanker baru dan prosedur elektif, sehingga mengurangi permintaan untuk produknya.

Vaksin tersebut memasuki uji coba fase 3 pada bulan September. Mereka dihentikan sementara karena masalah kesehatan dengan peserta di Inggris, tetapi sejak itu dilanjutkan.

Uni Eropa, AS, Inggris, Jepang, dan Brasil telah menandatangani kontrak awal dengan AstraZeneca untuk pengiriman vaksin jika pengobatannya disetujui.

Baca Juga :  Banjir Hari Ini, Pengusaha Merugi Hingga 45M

Vaksin tersebut dapat disetujui untuk digunakan di China pada pertengahan 2021 setelah mengumpulkan data keamanan dari uji coba fase 1 dan fase 2 di negara tersebut dan data kemanjuran dari uji coba fase 3 di luar negeri, kata Leon Wang, kepala operasi AstraZeneca di China.

Wang mengatakan uji coba di China akan menggunakan vaksin yang diproduksi oleh mitra lokalnya Shenzhen Kangtai.

(ZQ) sumber.

Leave a Reply