Viral Kisah Haru Kehadiran Ibu yang Sudah Meninggal di Foto Wisuda Anak

GenBisnis, Jakarta – Wisuda adalah momen paling ditunggu bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan skripsi dan tugas akhirnya. Setelah wisuda, foto wisuda bersama kedua orangtua pun menjadi agenda wajib untuk disimpan sebagai kenangan.

Akan tetapi, tak semua mahasiswa yang menjalani wisuda beruntung bisa foto bersama kedua orangtua. Seperti kisah viral dari wisudawati bernama Safirah Wafia Nadhila yang ibundanya sudah tiada. Demi tetap menghadirkan sosok almarhum ibunya di foto wisuda, dia pun mengedit foto tersebut.

Kisah itu ia bagikan di akun TikToknya @gadiscaramel. Sontak video mengharukan itu langsung viral. “Mau ngucapin banyak terimakasih buat mas editornya ️ mamaku cantik banget. Hai semuanya,aku kepengen cerita. Jadi kan kemarin aku foto wisuda, terus aku request sama mas editornya. Minta editin agar mama aku bisa ada di sana. Terus hasilnya jadi, ih senang banget. Taraa ada mama aku, aku sedih banget. Doain aku ya ma,” ucap @gadiscaramel sambil menangis (12/11/2020).

Hingga Senin (16/11/2020) video itu sudah dilihat lebih dari 1,5 juta kali, mendapat 236 ribu Likes dan 2.801 komentar di TikTok. Warganet pun ada yang mendoakan almarhumah sang ibunda dan ada juga yang ikut sedih melihat videonya.

“Selamat buat kamu mamah pasti bangga,” ujar akun @Deskaaa.

“Ih kak ngedit dimana aku jg mau foto wisuda niatnya pgn ada foto almarhum mama tapi gimana ya,” ucap akun @Pocky matcha.

“Gua ikutan nangis kakak semangat yaaa, alfatihah buat mama kakak,” tulis akun @bbygirl. ️ ️ ️

Baca Juga :  #dirumahaja Selama 3 Minggu, Wanita Ini Malah Terjangkit Corona

“Nyesek banget nontonnya semangattt kaa,” timpal akun @wst.

Cerita Safira yang Hadirkan Almarhumah Ibu di Foto Wisuda

Ketika dihubungi oleh Wolipop, Safirah yang akrab dipanggil Dila ini mengaku terkejut ketika tahu videonya viral di TikTok. Dia senang karena setelah viral, mendapat komentar positif fari netizen.

“Alhamdulillah saya senang karena komenter netizen di TikTok positif dan juga saya senang jadi banyak yang doain mama,” ujar Safirah kepada Wolipop, Senin (16/11/2020).

Safirah yang baru saja lulus kuliah jurusan akuntansi di Politeknik Negeri, Samarinda itu mengisahkan kisah lengkap di balik foto wisudanya yang viral karena ada foto ibunya yang sudah meninggal. Safirah mengatakan foto wisuda itu dilakukannya setelah wisuda online diadakan pada 1 November 2020.

“Awalnya saya up video itu hanya ingin mengekspresikan perasaan saya, karena saya senang fotonya bagus dan buat saya teringat mama. Nggak ada maksud buat viral cuman di pikiran saya kalau pun nanti video ini viral, seperti video yang sebelumnya semoga ada hikmah yang bisa diambil lagi seperti video sebelumnya. Ide ngedit foto seperti itu emang sudah saya rencana kan semenjak diwisuda 1 November kemarin karena saya tahu persis gimana keinginan mama untuk ngeliat anaknya diwisuda,” tuturnya panjang lebar.

Anak kedua dari tiga bersaudara ini menuturkan foto mamanya yang sudah meninggal diedit sehingga bisa ada di foto wisudanya oleh seorang editor foto. Orang tersebut merupakan editor foto di studio foto langganannya. Safira sendiri melakukan pemotretan wisuda dibantu studio foto langganannya tersebut.

Baca Juga :  Karena Virus Corona, Google I/O Batal Digelar

“Kita dua kali take foto, foto pertama kakak saya sebelah kanan papa dan yang kedua kakak saya pindah ke sebelah kiri papa. Jadi yang diedit hanya mukanya diganti muka mama,” jelas Safirah.

Awalnya kata Safirah, editor fotonya sempat ragu apakah bisa untuk menempelkan wajah mamanya agar terlihat seperti bukan editan. Namun wanita 22 tahun itu keukeuh meminta sang editor mencobanya terlebih dahulu.
Ketika editor tersebut sudah mengerjakan foto dan mengirimkan hasilnya padanya, Safira pun langsung meneteskan air mata.

“Pas sudah selesai diedit masnya langsung mengirimkan filenya terus reaksi saya pertama meliatnya langsung nangis kangen mama. Tapi saya senang juga karena hasilnya bagus,” tuturnya.

Bagi Safirah, kepergian sang mama masih melekat di ingatannya. Ibunya menghembuskan nafas terakhirnya pada 20 Agustus 2020 karena sakit diabetes.

“Pada saat itu saya baru sempat merawat mama selama seminggu sebelum mama meninggal karena saya harus menyelesaikan skripsi saya di Samarinda. Mama saya dirawat di rumah sakit. Waktu mama sering keluar masuk rumah sakit saya masih di Samarinda untuk menyelesaikan skripsi saya,” kenangnya.

(aj) sumber.

Leave a Reply