Virus Corona berdampak pada Bisnis Logistik menurun Hingga 40%

GenBisnis, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menunda penerbangan dari dan ke China, sejak Rabu (5/2/2020) lalu.

Penerbangan dari dan ke China tersebut diberhentikan hingga waktu yang belum ditentukan sebagai antisipasi penyebaran Virus Corona. Hal ini sangat berdampak negatif terhadap arus barang ekspor- impor Indonesia dan China

“Semenjak akses penerbangan dari dan ke China diputus sementara, telah terjadi penurunan ekspor lewat jalur udara hingga 40%”, kata Zaldi Ilham Masita Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia, Sabtu (8/2/2020).

Dampak dari penurunan ekspor ini sangat berpengaruh ke komoditas hasil laut Indonesia ke China. Zaldi merinci tren ekspor hasil laut Indonesia ke China biasanya berupa ikan segar.

Baca Juga :  Dukung UMKM Indonesia, TikTok Luncurkan Solusi Periklanan Untuk Bisnis

Akibatnya tarif kargo udara dan laut kini mengalami kenaikan signifikan.
Menurut Zaldi, rata-rata kenaikan tarif kargo hingga 30% dari tarif normalnya.

Kenaikan tarif sebenarnya sangat beragam, dan komponennya banyak sekali yang mempengaruhinya, apalagi dengan
kewajiban memakai BBM Non-Sulfur bagi pelayaran membuat biaya kirim kontainer naik
sampai 30%,” ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Yukki Nugrahawan Hanafi Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia
, menurutnya sejak diberhentikannya penerbangan dari dan ke
China, semua kegiatan logistik terkena imbasnya

Untuk kargo melalui udara sudah dipastikan terkena dampaknya karena berhenti penerbangan,
hampir 85% angkutan udara mempergunakan pesawat kargo, tapi khan
pemerintah memberhentikan semua penerbangan termasuk ungkap Yukki

Baca Juga :  Bisnis Pasca Pandemi - Kembali Membaik kah?

Untuk itu, pihaknya berharap wabah virus corona ini tak berlangsung terlalu lama agar
tidak mematikan arus logistik ekpor-impor Indonesia dan China

Leave a Reply