Wow! 98 Persen Akurat, Indonesia Berhasil Buat Alat Rapid Test Sendiri

GenBisnis, Jakarta – Dikabarkan bahwa Indonesia berhasil membuat alat rapid test sendiri, dengan biaya yang cukup murah dan tingkat keakuratannyapun capai 98%.

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan alat itu merupakan hasil pengembangan sejumlah pihak yang tergabung dalam  Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19.

“Jadi kami di ekosistem teknologi ini memang ingin mengikuti rantai dari proses testing, tracing, isolating, dan kemudian treating,” ujar Hammam dalam diskusi virtual BNPB bertema ‘Bangga Alkes Buatan Indonesia’, di Jakarta, Rabu (15/7).

Hammam menuturkan ada dua alat pengetesan Covid-19 buatan Indonesia, yakni rapid test bernama RI-GHA Covid-19 dan PCR kit. Untuk yang rapid test, dia menyampaikan bernama RI-GHA Covid-19 dan PCR kit bernama BioCov-19.

Untuk RI-GHA Covid-19, Hammam menuturkan dikembangkan oleh BPPT, UGM, Unair, dan PT. Hepatika Mataram. Seluruh pihak itu, kata dia mengembangkan RI-GHA Covid-19 sejak desain hingga produksi massal.

Baca Juga :  November 2020, 28 Tower Meikarta Siap Huni

Sesuai dengan uji validasi terhadap 10 ribu pasien, Hammam menyebut sensitivitas RI-GHA Covid-19 terhadap IgM mencapai 98,8 persen dan IgG sebesar 74 persen. Sedangkan spesifitasnya IgM sebesar 98 persen dan IgG mencapai 100 persen.

Untuk harga, Hammam menyebut RI-GHA Covid-19 yang sudah mendapat izin edar dari Kemenkes dijual dengan harga Rp75 ribu.

“Jadi kami bangga dengan produk ini karena diuji validasi langsung dengan virus strain Indonesia,” ujarnya.

Saat ini, Hammam menyebut pihaknya sudah hampir memproduksi 100 ribu RI-GHA Covid-19. Dalam beberapa pekan ke depan, dia menyebut pihaknya berharap bisa memproduksi sebanyak satu juta.

Sedangkan BioCov-19, Hammam menjelasakan adalah One Step Real Time PCR yang bisa mengeluarkan hasil dalam satu tahap. Dia mengatakan BioCov-19 adalah reagen yang bisa dipakai di berbagai alat RT-PCR.

Baca Juga :  Fakta, Masa Inkubasi Corona Di Indonesia 5-6 Hari

Hammam menyampaikan BioCov-19 merupakan hasil kolaborasi BPPT, BioFarma, dan Nusantic. Alat itu, kata dia juga sudah divalidasi oleh Balitbangkes dan LBM Eijkman.

Dengan menggunalan Mobile Lab BSL 2, Hammam menyebut dapat memeriksa 120 spesimen dalam waktu 12 jam. Sedangkan dalam sehari, dia menyebut bisa 300 spesimen.

Di sisi lain, Hammam membeberkan spesifitas BioCov-19 mencapai 100 persen terhadap virus SARS-CoV-2. Selain itu, dia berkata gold standar dalam penegakan diagnosis Covid-19 dan gen deteksi sesuai sekuens virus Indonesia.

Lebih dari itu, Hammam mengklaim harga jual satu box BioCov-19 berisi 30 kit berkirsar Rp9,75 juta.

(EK) Sumber

Leave a Reply