Promoukm.com | Pulau Bangka dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia bagian barat. Keindahan pantainya yang eksotis, pasir putihnya yang halus, serta keramahan masyarakat lokal menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, di balik pesona alam tersebut, ada tanggung jawab besar yang harus dipikul bersama: menjaga kelestarian lingkungan wisata agar tetap indah dan berkelanjutan.
Dalam hal ini, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar kawasan wisata memegang peran penting — bukan hanya sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan wisata Bangka.
Setiap daerah wisata tentu bergantung pada aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitarnya. Di Bangka, UMKM berkembang pesat di berbagai sektor, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, penginapan homestay, hingga jasa wisata lokal seperti sewa perahu atau transportasi.
UMKM-UMKM ini tidak hanya menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, tetapi juga membantu meningkatkan daya tarik wisata melalui produk dan layanan khas daerah. Misalnya:
Namun, di balik aktivitas ekonomi yang berkembang, para pelaku UMKM kini juga semakin sadar bahwa kelestarian lingkungan adalah kunci utama keberlanjutan pariwisata.
Banyak UMKM di Bangka yang mulai mengintegrasikan prinsip ekowisata dan ramah lingkungan dalam kegiatan mereka. Kesadaran ini tumbuh dari pemahaman bahwa jika lingkungan rusak — pantai kotor, laut tercemar, atau hutan gundul — maka pariwisata juga akan menurun, dan secara langsung berdampak pada pendapatan mereka sendiri.
Beberapa bentuk nyata kontribusi UMKM dalam menjaga lingkungan antara lain:
Keberhasilan menjaga kelestarian lingkungan wisata Bangka tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak. Pemerintah daerah melalui dinas pariwisata terus mendorong pelaku UMKM untuk mengadopsi konsep pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism).
Program pelatihan pengelolaan sampah, sertifikasi produk ramah lingkungan, hingga pelibatan UMKM dalam festival budaya lokal adalah langkah nyata yang sudah berjalan di beberapa wilayah wisata seperti Pantai Parai Tenggiri, Pantai Matras, dan Pantai Tongaci.
Komunitas lokal pun turut berperan aktif dengan mengadakan kegiatan rutin seperti:
Dengan sinergi seperti ini, UMKM tidak lagi hanya menjadi pelaku ekonomi, tetapi juga mitra strategis dalam pelestarian lingkungan wisata.
Usaha menjaga lingkungan yang dilakukan UMKM memberikan dampak besar bagi citra pariwisata Bangka. Wisatawan kini semakin peduli terhadap konsep “eco-friendly tourism”, dan lebih memilih destinasi yang bersih, alami, serta dikelola dengan tanggung jawab.
Kawasan wisata yang bersih juga meningkatkan kepuasan pengunjung, memperpanjang masa tinggal, serta mendorong mereka untuk kembali berkunjung. Dampak ekonomi pun mengalir lebih besar ke masyarakat lokal.
Selain itu, UMKM yang ramah lingkungan lebih mudah mendapatkan kepercayaan dari investor dan mitra bisnis, karena mereka dianggap mendukung prinsip pembangunan berkelanjutan yang kini menjadi fokus global.
Peran UMKM di sekitar tempat wisata Bangka bukan sekadar berdagang atau mencari keuntungan, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga keseimbangan antara ekonomi dan ekologi.
Dengan langkah-langkah sederhana seperti mengurangi sampah plastik, ikut membersihkan pantai, dan menjaga kelestarian alam, para pelaku UMKM telah menjadi pionir perubahan menuju pariwisata Bangka yang hijau dan berkelanjutan.
Karena pada akhirnya, alam yang lestari adalah modal utama untuk wisata yang abadi — dan UMKM adalah bagian penting dalam mewujudkannya.[]
No Comments