Genbisnis.com | Makkah–Di bawah naungan Yang Mulia Menteri Haji dan Umrah Dr. Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah, menggelar Pertemuan Perusahaan Umrah Saudi–Indonesia di kantor Kamar Dagang di Makkah Al-Mukarramah, Senin (16/2/2026) waktu setempat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif Forum Umrah dan Ziarah edisi ketiga, dengan partisipasi sejumlah perusahaan umrah dari Arab Saudi dan Indonesia, serta dihadiri lebih dari 400 peserta yang mewakili sejumlah sektor terkait ekosistem layanan umrah dan ziarah (kunjungan).
Sebelumnya, Yang Mulia Menteri Haji dan Umrah Dr. Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah telah menerima delegasi besar dari Indonesia yang dipimpin Dr. Muhammad Irfan Yusuf, Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, seraya menegaskan pentingnya kerja sama dengan perusahaan-perusahaan Indonesia untuk memperkuat dan memperkaya pengalaman para jemaah umrah Indonesia. Disebutkan bahwa lebih dari 1 juta jemaah umrah asal Indonesia mengunjungi Arab Saudi setiap tahun.
Pertemuan ini bertujuan memperdalam kerja sama kelembagaan antara pihak-pihak terkait pada sektor umrah di Republik Indonesia dan para mitra penyedia layanan di Arab Saudi, meningkatkan tingkat koordinasi kelembagaan, serta menyatukan konsep dan prosedur. Upaya tersebut diharapkan berkontribusi pada peningkatan kualitas pengalaman Tamu Allah dari kalangan jemaah umrah dan peziarah asal Indonesia.
Pertemuan ini juga menghadirkan pameran pendamping dengan partisipasi 24 instansi peserta pameran yang mewakili penyedia layanan dari sektor transportasi, perhotelan, destinasi pengayaan (program/aktivitas bernilai tambah), dan sektor lain yang terkait dengan ekosistem layanan umrah dan ziarah.
Instansi dan lembaga yang berpartisifasi menampilkan layanan, inisiatif, serta solusi operasional mereka, sekaligus membahas peluang kerja sama dan integrasi yang mencerminkan keragaman ekosistem layanan yang tersedia.
Selain itu, pada pertemuan ini juga diselenggarakan sejumlah lokakarya khusus dengan melibatkan perusahaan-perusahaan Indonesia yang membahas sejumlah topik utama, termasuk pengembangan pencantuman situs-situs bersejarah dan destinasi dalam program umrah, pemaparan tantangan operasional dalam penyelenggaraan umrah, serta pembahasan pandangan, perilaku, dan preferensi jemaah umrah Indonesia. Pertemuan juga mengulas opsi perancangan paket umrah agar selaras dengan kebutuhan mereka dan meningkatkan kualitas pengalaman mereka.
Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari upaya Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi untuk memperkuat kerja sama kelembagaan dengan para mitra internasional, meningkatkan koordinasi antarpihak terkait sektor umrah, serta mengembangkan ekosistem layanan bagi jemaah umrah dan peziarah. Hal itu dilakukan sebagai pelaksanaan arahan kepemimpinan yang bijaksana—semoga Allah menolongnya—untuk meningkatkan kualitas pengalaman, mendukung sasaran Visi Kerajaan 2030, serta menegaskan peran perintis Kerajaan dalam melayani Tamu Allah.[]