Polri Maksimalkan Personel dan Alutsista Tangani Bencana Sumatra

3 minutes reading
Tuesday, 16 Dec 2025 00:25 19 Redaksi

genbisnis.com/ – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengerahkan 10.999 personel Polri untuk membantu penanganan bencana alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Pengerahan tersebut dilakukan sebagai langkah percepatan evakuasi, pelayanan kemanusiaan, dan pemulihan wilayah terdampak bencana.

“Kekuatan personel Polri yang kita deploy ada 10.999 personel, yang dibagi di Polda Aceh, Polda Sumatera Utara, dan Polda Sumatera Barat,” kata Kapolri dalam keterangannya dikutip, Selasa (16/12/2025).

Kapolri menyampaikan hal tersebut saat memberikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta.

Menurutnya, pengerahan personel ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung upaya pemerintah menangani dampak bencana secara cepat dan terkoordinasi.

“Kami melaksanakan arahan Presiden untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal dan masyarakat terdampak mendapatkan perlindungan maksimal,” kata Kapolri.

Selain personel reguler, Polri juga menurunkan sejumlah satuan khusus untuk mendukung penanganan korban bencana, di antaranya tim Disaster Victim Identification (DVI), tim trauma healing, serta Pasukan Siaga Brimob.

“Pasukan Siaga Brimob yang siap kami kirim masing-masing sebanyak 673 personel ke Aceh, 756 personel ke Sumatera Utara, dan 892 personel tambahan ke Sumatera Barat,” jelas Kapolri.

Dari sisi sarana dan prasarana, Polri turut mengerahkan armada laut dan udara untuk mendukung distribusi logistik dan mobilitas personel ke wilayah terdampak yang sulit dijangkau.

“Kapal-kapal ini akan digunakan untuk mengangkut logistik dan menyalurkannya ke wilayah yang terdampak bencana,” ucap Kapolri.

Untuk transportasi laut, Polri mengirimkan satu kapal ke Polda Aceh, satu kapal ke Polda Sumatera Barat, serta dua kapal ke Polda Sumatera Utara. Sementara itu, dukungan transportasi udara meliputi tiga helikopter di Aceh, dua pesawat dan empat helikopter di Sumatera Utara, serta satu helikopter di Sumatera Barat.

“Dukungan udara ini kami siapkan untuk mempercepat evakuasi dan distribusi bantuan,” tambahnya.

Polri juga menurunkan tim K-9 atau anjing pelacak ke tiga provinsi tersebut guna membantu proses pencarian dan penyelamatan korban di lokasi bencana. Selain itu, Polri telah mendirikan 91 posko pengungsian tanggap bencana, disertai puluhan posko logistik dan posko kesehatan.

“Kami juga menyiapkan posko-posko pengungsian, logistik, dan layanan kesehatan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” ujar Kapolri.

Untuk mendukung komunikasi di daerah terdampak, Polri membagikan 85 unit perangkat Starlink pada tahap awal penanganan bencana.

“Di awal penanganan, komunikasi sangat dibutuhkan, sehingga kami distribusikan 85 unit Starlink,” imbuhnya.

Terkait bantuan kemanusiaan, Polri telah menyalurkan berbagai kebutuhan pokok, mulai dari 224 ton beras, 44 unit genset, 239 unit pompa air, 19.000 unit solar panel, hingga 120 kantong jenazah.

“Bantuan ini kami siapkan untuk mendukung kebutuhan dasar dan operasional penanganan bencana di lapangan,” jelas Kapolri.

Dalam bidang layanan kesehatan, Kapolri menyebutkan bahwa Polri telah memberikan pelayanan kepada 24.439 korban bencana, termasuk pelaksanaan pemeriksaan DVI terhadap 1.015 korban.

“Seluruh jajaran kami terus bekerja agar proses penanganan korban berjalan cepat, humanis, dan profesional,” pungkasnya. (*)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA