genbisnis.com/ – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan tasyakuran dan doa bersama dalam rangka memperingati Milad ke-25 bertajuk “Zakat Menguatkan Indonesia” di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Perhelatan ini bertujuan sebagai momentum refleksi sekaligus bentuk syukur atas kontribusi signifikan zakat dalam memperkokoh kesejahteraan umat dan ketahanan nasional selama dua dekade terakhir.
Acara tersebut dihadiri secara langsung oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., bersama jajaran pimpinan lintas periode, serta tokoh-tokoh penting seperti Dirjen Bimas Islam Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur dan Ketua MUI Bidang Fatwa KH. Asrorun Niam.
Selain itu, pimpinan dan amil BAZNAS dari berbagai provinsi hingga kabupaten/kota di seluruh Indonesia turut mengikuti rangkaian acara melalui kanal daring.
Dalam pidatonya, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menegaskan bahwa tema “Zakat Menguatkan Indonesia” merupakan representasi nyata kehadiran zakat dalam mengatasi berbagai persoalan bangsa, mulai dari kemiskinan hingga mitigasi bencana.
“Jika zakat yang kita kumpulkan semakin banyak, maka yang dapat kita distribusikan juga akan semakin luas. Dengan begitu, semakin banyak pula masyarakat yang bisa kita kuatkan,” ujar Kiai Noor dikutip Rabu (21/1/2026).
Beliau memaparkan bahwa berdasarkan kajian yang telah disampaikan kepada Presiden, potensi zakat nasional diproyeksikan mencapai angka Rp1.273 triliun.
Menurutnya, pemenuhan potensi tersebut secara maksimal akan menjadi solusi fundamental bagi kemandirian ekonomi umat di Indonesia.
“Apabila potensi tersebut dapat terkumpul setengahnya saja, maka persoalan umat sudah bisa diselesaikan dan Indonesia akan menjadi sangat kuat,” ungkapnya optimis.
Kiai Noor juga menambahkan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap BAZNAS terus mengalami tren positif secara berkelanjutan. Meski prestasi setiap periode kepemimpinan memiliki dinamika yang berbeda, semuanya saling berkesinambungan dalam menjalankan amanah umat. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan besar masih menanti karena dari 260 juta penduduk Muslim, baru sekitar 6 juta orang yang terdata sebagai muzaki.
“Hal ini menunjukkan bahwa BAZNAS merupakan lembaga yang diberkahi. Seluruh insan di dalamnya bekerja dengan penuh keikhlasan dalam menjalankan amanah,” katanya.
Menutup rangkaian Milad ke-25, BAZNAS RI mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan gerakan zakat sebagai instrumen utama dalam membangun Indonesia yang lebih adil dan berdaya. Sinergi antara kepercayaan publik dan pengelolaan yang akuntabel diharapkan mampu menjadikan zakat sebagai pilar kekuatan nasional yang tak tergoyahkan. (*)
No Comments