Kementerian Haji dan Umrah RI Berantas Oknum Nakal Demi Layanan Haji yang Bersih

2 minutes reading
Thursday, 5 Feb 2026 11:59 15 Redaksi

genbisnis.com/ – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik kartel haji secara masif guna menjamin penyelenggaraan ibadah yang bersih, transparan, dan akuntabel bagi seluruh masyarakat.

Langkah preventif ini diambil sebagai bagian dari strategi besar mewujudkan “Tri Sukses Haji” sekaligus memastikan fasilitas pelayanan tetap ramah terhadap jamaah lansia, perempuan, serta penyandang disabilitas pada musim haji 2026.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha, mengungkapkan bahwa upaya pembersihan organisasi dari oknum tidak bertanggung jawab menghadapi tantangan besar, termasuk serangan opini di ranah digital.

Meski terdapat upaya pelemahan dari pihak-pihak tertentu, kementerian tetap konsisten menjalankan amanah konstitusi dan arahan pimpinan negara.

“Sesuai amanah Presiden, Pak Menteri, dan Wakil Menteri, Kementerian Haji siap terus berkomitmen untuk memberantas Kartel Haji,” ujar Ichsan Marsha dalam sesi #TanyaJubir di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Ichsan menjelaskan bahwa saat ini muncul modus baru di media sosial berupa upaya pengiringan opini negatif dan adu domba antarpejabat negara.

Serangan tersebut ditengarai berasal dari oknum yang gagal dalam proses seleksi penyedia layanan (syarikah) karena tidak memenuhi kriteria ketat yang ditetapkan pemerintah, namun kemudian membangun narasi adanya praktik monopoli dan korupsi.

“Ada upaya-upaya adu domba, membenturkan misalnya Pak Wakil Menteri Haji bersama Buya Anwar Abbas, padahal hubungan mereka sangat baik. Saat tidak lolos seleksi, oknum justru menyampaikan narasi yang menggiring bahwa ada monopoli. Padahal kita sedang berjuang memberantas Kartel Haji,” jelas Ichsan secara langsung.

Lebih lanjut, kementerian mengimbau calon jamaah dan masyarakat luas agar lebih kritis dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial. Ichsan menekankan bahwa proses seleksi syarikah dilakukan secara terbuka untuk meningkatkan kualitas layanan. Melalui sistem pengawasan yang ketat, pemerintah optimistis dapat memberikan perlindungan maksimal bagi jamaah kelompok rentan.

“Perjuangan memberantas Kartel Haji ini luar biasa. Untuk itu, kami memohon doa dari seluruh lapisan masyarakat agar penyelenggaraan haji ke depannya jauh lebih baik dan membawa berkah bagi semua,” pungkasnya. (*)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA