MENU Wednesday, 11 Feb 2026

Klaim Pemulihan 97 Persen Tidak Terbukti, Warga Aceh Kecewa

2 minutes reading
Monday, 8 Dec 2025 11:13 0 admin

genbisnis.com/ – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjanjikan percepatan pemulihan listrik di Aceh dengan target seluruh wilayah kembali terang pada Senin malam, namun hingga waktu yang dijanjikan banyak warga Banda Aceh masih mengalami pemadaman total sehingga tujuan pemulihan tidak terpenuhi.

Janji tersebut sebelumnya disampaikan Bahlil saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam peninjauan pascabanjir di Kabupaten Bireuen.

Presiden menanyakan langsung perkembangan situasi, dan Bahlil memberikan kepastian bahwa aliran listrik akan pulih sepenuhnya.

“Siap, malam ini nyala semua Pak,” kata Bahlil menanggapi pertanyaan Presiden.

Dalam dialog tersebut, Presiden Prabowo kembali menegaskan apakah pemulihan mencakup seluruh wilayah Aceh.

“Seluruh Aceh?” tanya Presiden. Bahlil kemudian menjawab, “Seluruh Aceh, 97 persen malam ini semua Aceh nyala.” Pernyataan itu memperkuat ekspektasi bahwa proses pemulihan telah hampir tuntas.

Namun kondisi di lapangan memperlihatkan situasi berbeda. Hingga Senin (8/12) malam, sejumlah wilayah di Banda Aceh masih diselimuti kegelapan. Video yang diunggah akun Instagram @syakyameirizal memperlihatkan suasana kota yang masih tanpa penerangan.

“Beginilah kenyataannya pada malam ini Banda Aceh masih gelap gulita. Yang menyala hanya cahaya rembulan,” ujarnya dalam rekaman tersebut.

Dalam unggahan itu, ia juga menilai bahwa laporan yang disampaikan Menteri ESDM tidak sesuai fakta.

“Yang diprank itu oleh Bahlil bukan hanya masyarakat Aceh, Bapak Presiden Prabowo juga kena prank,” tambahnya.

Unggahan tersebut cepat menyebar dan memicu diskusi publik mengenai ketepatan informasi yang diteruskan kepada Presiden.

Reaksi masyarakat pun bermunculan, terutama terkait kesenjangan antara pernyataan pemerintah dan realitas pemadaman yang masih terjadi.

Warga menuntut kejelasan mengenai hambatan teknis maupun alasan keterlambatan pemulihan listrik, terutama karena kondisi pascabanjir membutuhkan dukungan energi yang stabil.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari Kementerian ESDM maupun Kementerian Investasi terkait penyebab tidak tercapainya target pemulihan yang sebelumnya diumumkan. Publik menunggu klarifikasi serta langkah korektif agar proses penormalan listrik di Aceh dapat berjalan lebih transparan dan sesuai kebutuhan warga. (*)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA