dok. fajarcirebon.com genbisnis.com/ |-Tren wisata kuliner di Kota Cirebon terus menunjukkan geliat yang signifikan memasuki Februari 2026. Kota yang dikenal sebagai salah satu pusat budaya pesisir Jawa Barat ini kian ramai dikunjungi wisatawan, bukan hanya karena sejarah dan batiknya, tetapi juga berkat kekayaan kuliner yang mampu beradaptasi dengan selera zaman.
Dalam beberapa bulan terakhir, berbagai tempat makan di Cirebon mendadak viral di media sosial, khususnya TikTok dan Instagram. Tak sedikit pula yang masuk dalam daftar pencarian teratas Google, menandakan tingginya minat masyarakat terhadap destinasi kuliner khas Cirebon yang dikemas dengan konsep lebih modern. Mulai dari empal gentong, nasi jamblang, hingga jajanan tradisional, semuanya hadir dengan sentuhan kekinian tanpa kehilangan identitas rasa lokal.
Fenomena ini menunjukkan bahwa wisata kuliner tidak lagi sekadar soal makanan, tetapi juga pengalaman. Konsep tempat, cara penyajian, hingga cerita di balik menu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, terutama generasi muda. Berikut ini daftar kuliner hits di Cirebon yang ramai diburu wisatawan pada Februari 2026, lengkap dengan lokasi dan keunikan masing-masing.
Salah satu kuliner yang paling banyak diperbincangkan adalah Empal Gentong Mang Darma Modern. Berlokasi di Jalan Tuparev No. 45, Kedawung, Kabupaten Cirebon, tempat makan ini berhasil menarik perhatian publik dengan menggabungkan resep legendaris empal gentong khas Cirebon dengan konsep penyajian yang lebih segar dan modern.
Empal gentong sendiri merupakan hidangan berkuah santan dengan potongan daging sapi dan jeroan yang dimasak menggunakan gentong tanah liat. Teknik memasak tradisional ini dipercaya mampu menjaga cita rasa rempah tetap kuat dan autentik. Di Empal Gentong Mang Darma Modern, proses memasak tersebut tetap dipertahankan, bahkan dijadikan atraksi utama melalui konsep live cooking yang dapat disaksikan langsung oleh pengunjung.
Keunikan inilah yang membuat tempat ini viral di TikTok sejak awal 2026. Banyak pengunjung membagikan pengalaman mereka menyantap empal gentong hangat sambil menyaksikan proses memasak yang masih menggunakan cara tradisional. Meski tampil lebih modern dari sisi interior dan tata ruang, rasa empal gentong di sini tetap setia pada ciri khas Cirebon yang gurih, kaya rempah, dan sedikit pedas.
Selain empal gentong, nasi jamblang juga kembali naik daun di kalangan wisatawan. Beberapa kedai nasi jamblang di pusat kota Cirebon kini mengusung konsep kekinian, mulai dari penyajian prasmanan yang lebih tertata hingga pilihan lauk yang semakin variatif.
Nasi jamblang dikenal sebagai nasi bungkus daun jati yang disajikan dengan aneka lauk khas, seperti sambal goreng, telur pindang, cumi hitam, hingga perkedel. Pada versi kekinian, nasi jamblang tetap menggunakan daun jati sebagai pembungkus nasi, namun area makan didesain lebih nyaman dan Instagramable.
Konsep ini sukses menarik wisatawan muda yang ingin mencicipi makanan tradisional sekaligus menikmati suasana tempat makan yang estetik. Tak heran jika sejumlah tempat nasi jamblang modern di Cirebon kerap penuh, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
Docang, makanan khas Cirebon berbahan dasar lontong, daun singkong, tauge, dan kuah oncom, juga ikut meramaikan tren wisata kuliner 2026. Meski dikenal sebagai makanan tradisional yang sederhana, docang kini mulai dikemas lebih menarik tanpa menghilangkan keaslian rasanya.
Beberapa warung docang di Cirebon menghadirkan menu ini dengan pilihan porsi dan tingkat kepedasan yang dapat disesuaikan selera. Penyajian yang lebih rapi serta penggunaan wadah ramah lingkungan membuat docang semakin diterima oleh wisatawan dari luar daerah.
Kehadiran docang dalam daftar kuliner hits menunjukkan bahwa makanan tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat, asalkan dikemas dengan pendekatan yang relevan dengan gaya hidup masa kini.
Tak hanya makanan berat, jajanan tradisional Cirebon juga mengalami transformasi menarik. Kue-kue pasar seperti tape ketan, gemblong, hingga kue cucur kini banyak dijual di kafe atau kedai dengan konsep modern.
Pengemasan yang lebih menarik dan variasi rasa membuat jajanan tradisional ini kembali diminati. Wisatawan tidak hanya membeli untuk disantap di tempat, tetapi juga sebagai oleh-oleh khas Cirebon yang praktis dibawa pulang.
Fenomena ini sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk mengembangkan produk mereka tanpa harus meninggalkan akar budaya. Kolaborasi antara resep tradisional dan konsep modern terbukti mampu meningkatkan daya saing kuliner lokal.
Viralnya kuliner Cirebon pada Februari 2026 tidak lepas dari peran media sosial. Video singkat di TikTok, ulasan di Instagram, serta rekomendasi food vlogger menjadi faktor utama meningkatnya kunjungan ke berbagai tempat makan.
Banyak wisatawan mengaku datang ke Cirebon karena tertarik mencoba kuliner yang mereka lihat di media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa promosi digital kini menjadi kunci dalam pengembangan wisata kuliner daerah.
Pelaku usaha kuliner pun semakin sadar pentingnya visual, pelayanan, dan cerita di balik menu yang disajikan. Bukan sekadar enak, tetapi juga memiliki nilai pengalaman yang layak dibagikan.
Dengan kekayaan kuliner yang terus berkembang, Cirebon semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu destinasi wisata kuliner unggulan di Jawa Barat. Perpaduan antara cita rasa khas, warisan budaya, dan inovasi kekinian menjadikan kota ini menarik bagi berbagai kalangan wisatawan.
Tren wisata kuliner Februari 2026 menjadi bukti bahwa kuliner lokal mampu bertahan dan berkembang mengikuti zaman. Selama pelaku usaha tetap menjaga kualitas rasa dan identitas daerah, Cirebon akan terus menjadi tujuan favorit bagi pencinta kuliner dari berbagai penjuru.
Bagi wisatawan yang berencana berkunjung, menjelajahi kuliner Cirebon bukan sekadar soal makan, tetapi juga menyelami cerita, tradisi, dan kreativitas yang hidup di setiap sajian.