Mendag Budi Santoso: Stok Minyak Terkendali Menjelang Ramadan 2026

2 minutes reading
Thursday, 5 Feb 2026 10:13 13 Redaksi

genbisnis.com/ – Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, melakukan pemantauan langsung terhadap stok dan proses produksi minyak goreng di pabrik pengolahan kawasan Narogong, Kota Bekasi, pada Kamis (5/2/2026).

Peninjauan strategis ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pasokan dan menjaga stabilitas harga minyak goreng di tingkat masyarakat, khususnya dalam menghadapi lonjakan permintaan menjelang bulan suci Ramadan.

Dalam kunjungannya ke fasilitas produksi minyak goreng merek Sanco dan Minyak Kita tersebut, Mendag menegaskan ketersediaan stok nasional saat ini berada dalam kondisi terkendali. Pemantauan mencakup seluruh kategori produk, mulai dari minyak goreng kemasan sederhana, Minyak Kita, hingga kategori premium.

“Kami memastikan stok minyak goreng jelang Ramadan berada dalam tahap aman, baik untuk minyak goreng kemasan sederhana, Minyak Kita, maupun minyak goreng premium,” ujar Budi Santoso kepada awak media di lokasi pabrik, Kamis (5/2/2026).

Mendag menjelaskan bahwa pasar saat ini memiliki variasi produk yang beragam, termasuk kategori second brand yang memiliki kualitas setara dengan minyak premium namun dengan harga yang lebih kompetitif.

Ia mendorong produsen untuk meningkatkan volume produksi second brand sebagai penyangga distribusi agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan selain Minyak Kita.

“Minyak premium itu jenisnya banyak. Ada yang premium, kemudian ada second brand, dan ada Minyak Kita. Second brand ini sebenarnya minyak premium juga, tetapi harganya lebih terjangkau dan kualitasnya sama,” jelasnya.

Lebih lanjut, Budi Santoso menyoroti persepsi publik yang seringkali menjadikan Minyak Kita sebagai satu-satunya tolok ukur kelangkaan.

Menurutnya, ketika stok Minyak Kita berkurang, muncul kesan seolah terjadi krisis nasional, padahal alternatif produk lain dengan kualitas serupa masih melimpah di pasar. Guna memperkuat kepercayaan publik, sejumlah produsen saat ini tengah mengajukan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk second brand mereka.

“Ketika Minyak Kita berkurang, seolah-olah minyak goreng langka dan mahal, padahal jenis minyak goreng lainnya masih tersedia. Karena itu, kami ingin masyarakat memahami bahwa pilihan minyak goreng itu banyak,” ungkap Budi Santoso.

Melalui pengawasan rutin dan optimalisasi produksi di berbagai lini, Kementerian Perdagangan optimis kebutuhan konsumsi rumah tangga selama Ramadan akan terpenuhi dengan baik. Pemerintah berkomitmen untuk terus mengawal rantai distribusi guna mencegah praktik spekulasi yang dapat mengganggu stabilitas harga di pasar tradisional maupun modern. (*)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA