Menhan: Wartawan Harus Antisipatif Terhadap Tantangan Global Demi Kepentingan Nasional

2 minutes reading
Monday, 2 Feb 2026 11:05 14 Redaksi

genbisnis.com/ – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, memberikan pembekalan strategis kepada peserta Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Pusat Kompetensi Bela Negara, Rumpin, Kabupaten Bogor, guna memperkuat peran insan pers dalam menjaga kedaulatan negara di tengah tantangan perang opini global.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyelaraskan persepsi antara pemerintah dan media massa mengenai pentingnya kewajiban bela negara dalam menghadapi ancaman nonmiliter yang kian kompleks.

Menhan menegaskan bahwa bela negara merupakan hak sekaligus kewajiban konstitusional setiap warga negara sesuai amanat Pasal 30 UUD 1945.

Mengingat dinamika global yang didominasi derasnya arus informasi, Sjafrie menyebut wartawan memiliki posisi krusial untuk mendeteksi potensi ancaman sejak dini dan menyiapkan narasi yang berpihak pada kepentingan nasional.

“Sebagai insan pers, sangat diharapkan update terhadap perkembangan yang ada. Kita tidak boleh ketinggalan informasi, kita harus punya suatu antisipasi. Di mana antisipasi yang kita siapkan itu harus menjaga kepentingan nasional kita,” ujar Sjafrie Sjamsoeddin sebagaimana dikutip dari rilis resmi, Senin (2/2/2026).

Sjafrie juga menyoroti tantangan transformasi digital yang sering kali berbenturan dengan nilai-nilai nasionalisme.

Menurutnya, insan pers tidak hanya dituntut menguasai teknologi, tetapi juga harus memiliki disiplin tinggi dan integritas kebangsaan untuk melawan disinformasi yang dapat memecah belah kedaulatan.

“Tantangan yang dialami bapak dan ibu sekalian adalah tantangan digitalisasi dan tantangan nasionalisme kebangsaan,” tegas Menhan di hadapan pengurus dan anggota PWI.

Menhan berharap PWI sebagai organisasi profesi jurnalis tertua di Indonesia memiliki keberanian moral untuk tetap konsisten menjadi benteng informasi yang akurat. Hal ini dinilai penting agar masyarakat tidak terjebak dalam opini yang merugikan stabilitas negara.

Sebelum memberikan pembekalan, Menhan terlebih dahulu menerima laporan dari Kepala Pusat Kompetensi Bela Negara, Brigjen TNI Ferry Trisnaputra. Paparan tersebut mencakup evaluasi pelatihan bela negara serta rencana pengembangan sarana prasarana latihan dasar militer bagi Komponen Cadangan (Komcad). Melalui sinergi ini, Menhan optimistis semangat nasionalisme di kalangan jurnalis dapat terus meningkat demi keutuhan NKRI di era digital. (*)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA