Pendidikan Terpadu, Kunci Sekolah Rakyat Atasi Kemiskinan

2 minutes reading
Monday, 12 Jan 2026 02:55 14 Redaksi

genbisnis.com/ – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan Program Sekolah Rakyat merupakan model pengentasan kemiskinan terpadu yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dengan menjadikan pendidikan sebagai pintu masuk utama peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Saifullah Yusuf usai meninjau persiapan peresmian Sekolah Rakyat rintisan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu.

Ia menegaskan bahwa program ini tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga melibatkan orang tua sebagai bagian integral dari strategi pengentasan kemiskinan yang berkelanjutan.

“Besok yang diundang itu bukan hanya siswa, tetapi juga orang tua siswa. Karena Sekolah Rakyat adalah bagian dari pengentasan kemiskinan,” kata Saifullah Yusuf dikutip.

Mensos menjelaskan, Sekolah Rakyat dirancang untuk menjangkau anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang selama ini mengalami keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas.

Program ini menjadi miniatur pengentasan kemiskinan terpadu dengan mengintegrasikan pendidikan anak dan pemberdayaan keluarga agar dampaknya berjangka panjang.

“Anaknya disekolahkan, orang tuanya diberdayakan. Anaknya lulus, orang tuanya naik kelas. Pendekatannya memang pengentasan kemiskinan,” tegasnya.

Dalam implementasinya, Sekolah Rakyat menjadi episentrum berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut mencakup Program Tiga Juta Rumah, Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Cek Kesehatan Gratis (CKG), jaminan kesehatan PBI-JKN, serta berbagai bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Urgensi program ini semakin kuat menyusul data yang disampaikan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo dalam kesempatan terpisah. Berdasarkan data terbaru, sekitar 8,57 persen atau kurang lebih 24 juta penduduk Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan. Bahkan, sebanyak 1,13 persen atau sekitar 3,17 juta penduduk masuk dalam kategori miskin ekstrem.

“Rumah dari siswa nanti akan dibantu, orang tuanya menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih, mendapatkan bantuan sosial sesuai periode tertentu, memperoleh makan bergizi, dan cek kesehatan,” jelas Gus Yusuf.

Melalui Sekolah Rakyat, kata dia, Presiden Prabowo Subianto ingin menyiapkan anak-anak dari keluarga tidak mampu agar memiliki kapasitas, keterampilan, dan daya saing yang memadai sehingga mampu berkontribusi aktif dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Berdasarkan data Kementerian Sosial, hingga 2025 telah dibangun 166 titik Sekolah Rakyat rintisan di berbagai daerah dengan kapasitas sekitar 16.000 siswa. Program ini didukung oleh 2.400 guru serta lebih dari 4.000 tenaga kependidikan pada jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajatm” paparnya.

Pemerintah menjadwalkan peresmian ratusan Sekolah Rakyat rintisan tersebut secara resmi pada Senin, 12 Januari 2026.Peresmian akan digelar secara terpusat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dan dihadiri langsung Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih. (*)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA