Bulog Targetkan Serap 4 Juta Ton Beras Sepanjang 2026

3 minutes reading
Saturday, 3 Jan 2026 02:59 31 Redaksi

genbisnis.com/ – Perum Bulog menargetkan penyerapan empat juta ton setara beras dan satu juta ton jagung petani sepanjang 2026 sebagai bagian dari rencana strategis penguatan ketahanan pangan nasional serta upaya menjaga stabilitas stok dan harga pangan.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, target penyerapan beras tersebut ditetapkan berdasarkan hasil rapat koordinasi terbatas (Rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Kebijakan itu diarahkan untuk memastikan hasil panen petani terserap optimal sekaligus menjaga ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

“Ini merupakan rencana strategis Bulog ke depan. Dalam rencana strategis 2026, yang pertama adalah Bulog akan melaksanakan serapan sesuai keputusan Rakortas, yaitu empat juta ton setara beras,” ujar Rizal dikutip Jumat (2/1/2025).

Selain beras, Bulog juga menargetkan penyerapan jagung sebanyak satu juta ton pada 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat cadangan pangan nasional sekaligus mendukung stabilitas harga pakan ternak di dalam negeri.

Untuk menopang peningkatan serapan, Bulog menyiapkan pembangunan 100 infrastruktur pascapanen berupa gudang baru, rice milling unit (RMU), serta fasilitas pendukung lainnya di berbagai sentra produksi padi. Peningkatan kapasitas infrastruktur ini diharapkan mampu mempercepat penyerapan hasil panen petani dan meminimalkan potensi kehilangan pascapanen.

Pada 2026, Bulog juga mendapatkan penugasan menyerap minyak goreng rakyat sekitar 35 persen dari domestic market obligation (DMO) nasional. Penugasan ini bertujuan menjaga pasokan dan kestabilan harga Minyakita di pasaran.

Di sisi penyaluran, Bulog menargetkan distribusi bantuan pangan beras sekitar 720 ribu ton selama empat bulan kepada 18 juta penerima manfaat sesuai kebijakan pemerintah. Penyaluran bantuan ini difokuskan untuk menjaga daya beli masyarakat rentan serta mengendalikan tekanan harga pangan pada periode tertentu sepanjang tahun.

Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras juga ditargetkan mencapai 1,5 juta ton pada 2026 dan direncanakan berlangsung sepanjang tahun. Meski demikian, penyaluran SPHP akan disesuaikan pada puncak panen, yakni Maret, April, dan Agustus, dengan pengurangan volume di daerah sentra produksi.

Pengaturan tersebut bertujuan mencegah kelebihan pasokan di pasar lokal sentra produksi, sementara penyaluran SPHP di wilayah non-sentra tetap berjalan normal. Selain itu, Bulog juga menyiapkan cadangan beras bantuan keadaan darurat sebesar 25 ribu ton untuk merespons cepat kebutuhan pangan akibat bencana atau kondisi darurat lainnya.

Sementara itu, kinerja Bulog hingga 31 Desember 2025 mencatat pengadaan gabah setara beras sebesar 3.191.969 ton. Capaian tersebut berasal dari penyerapan 4.537.490 ton Gabah Kering Panen (GKP), 6.863 ton Gabah Kering Giling (GKG), serta 765.504 ton beras. Realisasi ini menjadi fondasi strategis dalam memperkuat CBP sekaligus menjaga kesinambungan produksi dan pendapatan petani.

Untuk komoditas jagung, Bulog mencatat pengadaan dalam negeri sebesar 101.968 ton, terdiri atas 101.770 ton melalui skema PSO dan 198 ton secara komersial. Langkah ini dinilai berperan penting dalam menjaga stabilitas harga di tingkat produsen dan memastikan keberlanjutan pasokan jagung nasional.

Di sisi distribusi, Bulog telah menyalurkan bantuan pangan hampir 785 ribu ton sebagai bentuk perlindungan sosial bagi masyarakat rentan. Penyaluran SPHP Beras tercatat mencapai 802.939 ton, sementara SPHP Jagung sebesar 51.211 ton, yang menjadi instrumen utama dalam menahan gejolak harga dan menjaga stabilitas pasokan di tingkat konsumen.

Dari sisi kesiapan cadangan, hingga akhir 2025 stok PSO Bulog tercatat sebesar 3,25 juta ton, melanjutkan tren positif setelah pencapaian stok tertinggi sepanjang sejarah sekitar 4,2 juta ton pada pertengahan 2025. Dalam situasi darurat, Bulog juga telah menyalurkan bantuan bencana sebesar 14.227 ton di wilayah Sumatera, meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. (*)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA