Genbisnis.com | Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam menjawab tantangan di lingkungan sosial. Hal ini juga dilakukan oleh tim mahasiswa Universitas Pamulang Pada Minggu, 31 Agustus 2025, melalui program yang dilaksanakan di Yayasan Pendidikan Tajaul Karomatu, Pagedangan, Tangerang. Kegiatan ini berfokus pada penerapan strategi komunikasi pemasaran terpadu sebagai upaya untuk memperkuat reputasi lembaga sekaligus meningkatkan kepercayaan publik.
Yayasan Pendidikan Tajaul Karomatu merupakan lembaga pendidikan berbasis keagamaan yang telah berdiri sejak tahun 1951 dan memiliki peran penting dalam bidang pendidikan serta kegiatan sosial masyarakat. Namun, berdasarkan hasil observasi awal, pengelolaan komunikasi dan promosi yayasan masih bersifat sederhana dan belum terintegrasi. Informasi mengenai kegiatan dan program yayasan belum tersampaikan secara luas, sehingga reputasi lembaga masih terbatas di lingkungan tertentu.
Dalam era digital saat ini, komunikasi tidak lagi hanya berfungsi sebagai penyampaian informasi, tetapi juga sebagai alat strategis dalam membangun citra dan kepercayaan. Oleh karena itu, tim PKM menerapkan konsep komunikasi pemasaran terpadu (Integrated Marketing Communication/IMC) yang menggabungkan berbagai saluran komunikasi seperti media sosial, publikasi kegiatan, dan interaksi langsung dengan masyarakat.
Dari sisi implementasi, tim melakukan pendampingan dalam pengelolaan media sosial seperti Instagram dan Facebook. Konten yang dibuat tidak hanya berisi promosi, tetapi juga menampilkan kegiatan pembelajaran, aktivitas sosial, serta nilai-nilai keislaman yang menjadi identitas yayasan. Selain itu, pengurus yayasan juga diberikan pelatihan dalam pembuatan konten digital seperti poster, video, dan caption edukatif agar komunikasi yang dilakukan lebih menarik dan konsisten.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Yayasan mulai aktif mempublikasikan kegiatan secara rutin dan mampu menyajikan informasi yang lebih menarik serta informatif. Hal ini berdampak pada meningkatnya interaksi masyarakat terhadap media sosial yayasan, sekaligus memperluas jangkauan informasi yang sebelumnya terbatas.
Dari sisi kepercayaan publik, perubahan juga terlihat cukup jelas. Masyarakat dan wali murid menilai bahwa yayasan kini lebih terbuka, komunikatif, dan profesional dalam menyampaikan informasi. Transparansi dalam publikasi kegiatan menjadi salah satu faktor utama yang mendorong tumbuhnya persepsi positif terhadap lembaga. Hubungan antara yayasan dan masyarakat pun menjadi lebih erat dan harmonis.
Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi pemasaran terpadu memiliki peran penting dalam membangun reputasi lembaga. Komunikasi yang konsisten dan terarah mampu menciptakan citra positif, sementara keterbukaan informasi menjadi dasar dalam membangun kepercayaan publik. Kedua aspek ini saling berkaitan dan menjadi fondasi utama dalam keberlangsungan lembaga pendidikan berbasis masyarakat.
Lebih jauh lagi, peningkatan reputasi dan kepercayaan tidak hanya berdampak pada citra lembaga, tetapi juga pada partisipasi masyarakat. Masyarakat menjadi lebih aktif dalam mengikuti kegiatan yayasan serta memberikan dukungan, baik secara moral maupun sosial. Hal ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang tepat mampu menciptakan hubungan yang berkelanjutan antara lembaga dan masyarakat.
Ke depan, yayasan disarankan untuk menjaga konsistensi dalam pengelolaan komunikasi digital serta meningkatkan kualitas konten yang disajikan. Pembentukan tim khusus komunikasi juga dapat menjadi langkah strategis agar kegiatan publikasi berjalan lebih terarah dan profesional. Selain itu, evaluasi berkala terhadap strategi komunikasi perlu dilakukan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Melalui kegiatan ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi komunikasi pemasaran terpadu merupakan langkah efektif dalam memperkuat reputasi dan membangun kepercayaan publik. Komunikasi yang terintegrasi, konsisten, dan transparan menjadi kunci utama dalam menciptakan hubungan yang kuat antara lembaga pendidikan dan masyarakat.[]
Kelompok: Malik Al Fatir, Hashifah Byan Warman, Putra Arya Bajrasena (Program Studi Manajemen, Universitas Pamulang)