apotek untung imbas corona

Bisnis yang Untung dan Buntung Imbas Corona

GenBisnis, Jakarta – Sektor bisnis adalah salah satu sektor yang terdampak langsung karena pandemi wabah corona. Ada bisnis yang untung dan buntung imbas corona. Wabah virus corona (Covid-19) tak selamanya berimbas negatif terhadap kegiatan bisnis. Ada juga sektor bisnis yang diuntungkan oleh pandemi tersebut seperti farmasi, telekomunikasi hingga e-commerce.

telekomunikasi
bisnis telekomunikasi ikut untung akibat corona.

Pakar ilmu pemasaran sekaligus pendiri Markplus Inc Hermawan Kartajaya menjelaskan, industri farmasi saja bisa tumbuh 4 kali lipat dibandingkan di saat keadaan normal.

“Saya bagi menjadi dua, ada perusahaan yang kena storming, semakin besar pasti kena storming. Tapi ada yg windfall, industri farmasi, itu ada yang naik sampai 2 kali, 4 kali. Kemudian ada lagi yang berada di telekomunikasi. Ada lagi yang berada di bidang data, e-commerce, dan sebagainya,”kata dia dalam seminar virtual, Jumat (3/4/2020).

Selain yang disebutkan di atas, beberapa sektor industri yang cuan berkat Corona adalah agrikultur, makanan-minuman atau ritel, dan industri healthcare.

Sedangkan industri yang terimbas negatif, dalam paparannya dijelaskan mulai dari industri tourism, transportasi udara dan laut, otomotif, konstruksi dan real estate, manufaktur, serta jasa keuangan.

“Market itu dipengaruhi tiga hal. Ekonomi tentunya yang paling hebat. Ekonomi dunia ini lagi drop semua,” sebutnya.

Baca Juga :  Warga Diminta Aktif Lapor Untuk Terima Bantuan yang Terdampak Corona

Menurutnya dunia usaha harus menyesuaikan diri dengan adanya wabah Corona. Pasalnya bencana Covid-19 ini mempengaruhi banyak hal.

“Kalau memang ada perubahan aturan dari pemerintah, pembatasan sosial berskala besar, kemudian logistik nggak bisa jalan, ini akan mempengaruhi market, mempengaruhi supply chain, kemudian social culture,”tambahnya.

Berkah untuk Apotek
Vitamin C diberbagai penjuru apotek, hingga supermarket laku keras di tengah pandemi virus corona (COVID-19). Seorang pemilik apotek di kawasan Ciledug, Tangerang mengaku omzet bulanannya tembus Rp 100 juta per bulan sebab corona.

“Sebelum corona pendapatan bulanan hanya Rp 70 juta/bulan. Sekarang sejak ada corona bisa Rp 90-100 juta/bulan,” ungkap pemilik apotek tersebut, Jumat (3/4/2020).

Pasalnya, pendapatan hariannya juga meningkat, bahkan hingga 66%.

“Biasanya penjualan harian Rp 3 juta, itu normalnya. Setelah ada corona ini bisa sampai Rp 5 juta per bulan (naik 66%),” papar dia.

Adapun faktor peningkatan omzet tersebut yakni larisnya penjualan vitamin C yang diiringi dengan kenaikan harga.

“Misalnya Imboost Force itu stok 2-3 box, harganya lumayan Rp 80.000-an. Biasanya berbulan-bulan nggak habis. Ini nggak sampai seminggu kosong. Enervon C juga, yang biasanya nggak pernah ke luar, sekarang ludes terjual,” jelasnya.

Baca Juga :  Ingin Membuka Bisnis dan Resign Dari Pekerjaan? Inilah Yang Harus Diperhatikan

Tak hanya vitamin C, vitamin E pun ludes dibeli warga setempat karena geger virus corona di Indonesia.

“Bahkan vitamin E seperti Natur-e itu habis. Biasanya itu sudah mau expired nggak laku-laku, sekarang habis. Jadi ini sangat pengaruh ke penjualan,” imbuh dia.

Ia membeberkan, meningkatnya permintaan menyebabkan harga juga naik. Misalnya saja CDR isi 10 tablet Rp 50.000, naik jadi Rp 52.500. Begitu juga dengan imboost tablet dari isi 10 dari Rp 34.000 jadi Rp 47.500. Menurutnya, harga vitamin di apoteknya memang naik, namun tak berlebihan.

“Kita nggak bisa naikin harga seenaknya. Kadang ada obat yang mencantumkan Harga Eceran Tertinggi (HET) di kemasan. Kalau kita jual terlalu mahal, nanti pelanggan komplain,”‘ terangnya.

(QR) Sumber.

5 Replies to “Bisnis yang Untung dan Buntung Imbas Corona”

Leave a Reply