Apple akan Rilis Macbook Murah dengan Warna Genjreng

2 minutes reading
Friday, 20 Feb 2026 21:27 2 Redaksi

 

Genbisnis.com | Apple dikabarkan tengah memfinalisasi produksi laptop entry-level terbarunya yang dijadwalkan meluncur paling cepat pada Maret mendatang. Perangkat ini dirancang khusus untuk menyasar segmen pelajar serta pelanggan korporasi yang sensitif terhadap harga.

Dalam laporan terbarunya, jurnalis teknologi Mark Gurman mengungkap bahwa laptop dengan kode internal J700 ini akan membawa perubahan signifikan pada sektor pemrosesan. Perangkat tersebut disebut bakal menjadi Mac modern pertama yang ditenagai prosesor seri-A seperti yang digunakan pada iPhone, menggantikan cip seri-M yang selama ini menjadi standar lini Mac. Chip yang kemungkinan digunakan adalah A18 Pro.

Strategi pemakaian silikon kelas smartphone ini bertujuan menekan biaya produksi sehingga Apple dapat menawarkan harga jual yang jauh lebih terjangkau. Gurman menyebut keputusan tersebut memungkinkan harga perangkat ditekan hingga jauh di bawah US$1.000.

Estimasi pasar memproyeksikan harga jual laptop ini berada di kisaran Rp8,4 juta hingga Rp11,7 juta. Angka tersebut terpaut cukup jauh dibandingkan harga MacBook Air 13 inci terbaru yang saat ini dipasarkan mulai sekitar Rp16,8 juta.

Meski menyasar segmen bujet, Apple disebut tidak akan beralih ke material plastik. Perusahaan tetap mempertahankan sasis logam demi menjaga kualitas bangunan. Untuk menekan biaya, Apple mengembangkan proses penempaan logam baru yang diklaim lebih cepat dan ekonomis dibandingkan teknik unibody presisi yang digunakan pada MacBook Air dan MacBook Pro.

Dari sisi spesifikasi, perangkat ini diperkirakan mengusung layar berukuran sekitar 12,9 inci, sedikit lebih kecil dari MacBook Air. Ukuran yang lebih ringkas ini diposisikan untuk mendukung portabilitas, khususnya bagi pelajar. Performa chip A18 Pro sendiri disebut telah mendekati kemampuan cip M1, sehingga tetap memadai untuk kebutuhan komputasi dasar.

Selain efisiensi biaya, Apple juga berupaya menyegarkan tampilan produk demi menarik minat kalangan siswa. Perusahaan dilaporkan tengah menguji sejumlah opsi warna yang lebih cerah, seperti kuning muda, hijau muda, biru, merah muda, dan ungu. Warna klasik seperti perak dan abu-abu tua juga masih dipertimbangkan. Variasi warna ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik dan penjualan di segmen pelajar, meski belum ada kepastian warna mana yang akan diproduksi massal.[]

LAINNYA