Genbisnis.com | Salah satu kegiatan kemahasiswaan selain belajar di dunia Universitas, dapat berkontribusi kepada masyarakat, seperti kegiatan Pengabdian Masyarakat Mahasiswa (PKM) yang dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Manajemen Program Sarjana, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang, Tangerang Selatan.
Kegiatan ini diketuai oleh Rois Al Mubarok, dan anggota Feri Irawan dan Ario Nugroho Kusumo, yang merupakan mahasiswa semester empat, dengan dosen pembimbing Ibu Munarsih, S.S., MM.
Perkembangan teknologi digital telah memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam aktivitas transaksi keuangan. Saat ini, siswa usia sekolah sudah sangat akrab dengan penggunaan gadget, media sosial, game online, hingga berbagai platform belanja digital. Kemudahan tersebut memang memberikan dampak positif dalam mendukung aktivitas belajar dan komunikasi, namun di sisi lain juga dapat memicu perilaku konsumtif sejak usia dini. Banyak siswa yang belum mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan sehingga penggunaan uang saku sering kali tidak terkontrol. Kondisi ini menunjukkan pentingnya literasi keuangan sebagai bekal dasar bagi generasi muda agar mampu mengelola keuangan secara bijak di era digital.
Sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Program Studi Manajemen Program Sarjana Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Fin-Kiddo: Edutainment Literasi Keuangan Berbasis Metode Money Jar untuk Menekan Budaya Konsumtif Digital pada Siswa”. Kegiatan ini dilaksanakan di Sekolah Bill Qistee Indonesia yang berlokasi di Puri Pamulang, Tangerang Selatan, pada tanggal 30 April 2026. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan mudah dipahami.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa memperkenalkan metode Money Jar sebagai media pembelajaran utama. Metode Money Jar merupakan cara sederhana dalam mengelola uang dengan membaginya ke dalam beberapa pos, seperti kebutuhan, tabungan, dan berbagi. Melalui metode ini, siswa diajarkan untuk mengatur penggunaan uang saku secara lebih terencana dan disiplin. Konsep tersebut diharapkan mampu membantu siswa memahami pentingnya menabung, membuat prioritas pengeluaran, serta mengontrol perilaku konsumtif yang sering dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital dan media sosial.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pendekatan edutainment, yaitu perpaduan antara edukasi dan hiburan agar siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Kegiatan diawali dengan pembukaan acara, sambutan dari pihak sekolah, dosen pembimbing, serta tim mahasiswa. Selanjutnya, mahasiswa memberikan pemaparan materi mengenai pentingnya literasi keuangan, dampak perilaku konsumtif digital, dan cara menerapkan metode Money Jar dalam kehidupan sehari-hari. Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif sehingga siswa dapat menyampaikan pengalaman serta pendapat mereka terkait penggunaan uang saku.
Antusiasme siswa terlihat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Banyak siswa yang aktif bertanya mengenai cara menabung, mengatur uang jajan, hingga menghindari kebiasaan membeli barang yang tidak diperlukan. Kondisi ini menunjukkan bahwa siswa sebenarnya memiliki ketertarikan untuk belajar mengenai pengelolaan keuangan, namun masih membutuhkan pendampingan dan metode pembelajaran yang lebih aplikatif. Melalui program Fin-Kiddo, siswa diajak untuk memahami bahwa pengelolaan keuangan bukan hanya dilakukan oleh orang dewasa, tetapi juga penting diterapkan sejak usia sekolah.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya mengelola keuangan secara bijak. Siswa mulai memahami cara membedakan kebutuhan dan keinginan serta pentingnya menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung. Selain itu, siswa juga menjadi lebih sadar terhadap dampak perilaku konsumtif digital, seperti kebiasaan membeli barang secara impulsif akibat pengaruh iklan atau tren di media sosial. Dengan adanya edukasi ini, diharapkan siswa mampu membangun kebiasaan finansial yang positif dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan PKM ini tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa Universitas Pamulang. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku perkuliahan secara langsung di lingkungan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga melatih kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta keterampilan mahasiswa dalam menyusun solusi terhadap permasalahan sosial yang terjadi di lingkungan pendidikan.
Secara keseluruhan, program Fin-Kiddo berhasil memberikan dampak positif bagi siswa Sekolah Bill Qistee Indonesia dalam meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya literasi keuangan sejak dini. Pendekatan edutainment yang dipadukan dengan metode Money Jar terbukti mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa. Ke depannya, kegiatan literasi keuangan seperti ini diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar siswa semakin terbiasa mengelola keuangan dengan baik dan mampu mengurangi perilaku konsumtif di era digital. Dengan demikian, generasi muda dapat tumbuh menjadi individu yang lebih bijak, mandiri, dan bertanggung jawab dalam mengambil keputusan keuangan di masa depan.
Penulis: Rois Al Mubarok, Feri Irawan dan Ario Nugroho Kusumo (Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang)
Sumber Referensi:
Chen, H., & Volpe, R. P. (1998). An analysis of personal financial literacy among college students. Financial Services Review, 7(2), 107–128.
Lusardi, A., & Mitchell, O. S. (2014). The economic importance of financial literacy: Theory and evidence. Journal of Economic Literature, 52(1), 5–44.
Otoritas Jasa Keuangan. (2017). Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (Revisit 2017). Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan.
Prensky, M. (2001). Digital natives, digital immigrants. On the Horizon, 9(5), 1–6.
Saputri, D., & Wahyudi. (2021). Pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku konsumtif siswa di era digital. Jurnal Pendidikan Ekonomi, 9(2), 120–128.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suyadi. (2013). Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Universitas Pamulang. (2021). Peraturan Rektor Universitas Pamulang Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Mata Kuliah Wajib Umum Universitas Pamulang. Tangerang Selatan: Universitas Pamulang.
Universitas Pamulang. (2023). Buku Pedoman Akademik Universitas Pamulang Bab III tentang Sistem Penyelenggaraan Pendidikan Universitas Pamulang. Tangerang Selatan: Universitas Pamulang.