Waspada Dampak Perang Dunia 3, Presiden Prabowo Tekankan Kemandirian Nasional di Sentul

2 minutes reading
Tuesday, 3 Feb 2026 01:07 17 Redaksi

genbisnis.com/ – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengingatkan jajaran pemerintah pusat dan daerah mengenai meningkatnya eskalasi ketegangan global yang memicu kekhawatiran terjadinya Perang Dunia III saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2/2026).

Arahan strategis ini bertujuan untuk memperkuat kesiapsiagaan nasional serta membangun kesadaran kolektif pejabat daerah terhadap dampak destruktif konflik internasional bagi kedaulatan Indonesia.

Dalam taklimatnya, Kepala Negara memberikan gambaran mengerikan mengenai dampak perang nuklir yang tidak mengenal batas negara, termasuk fenomena nuclear winter (musim dingin nuklir) yang dapat menutup sinar matahari dalam jangka waktu lama.

Presiden juga menekankan bahwa Indonesia, meskipun tidak terlibat langsung, tetap berisiko terpapar partikel radioaktif yang mengancam ketahanan pangan dan lingkungan.

“Sekarang di tingkat dunia, mengkhawatirkan akan terjadi Perang Dunia III. Kita yang tidak terlibat saja pasti kena partikel-partikel radioaktif. Mungkin ikan-ikan kita akan terkontaminasi, semua akan terjadi nuklir winter dan menutup matahari tidak setahun-dua tahun, para ahli mengatakan bisa winter-nya itu puluhan tahun,” ujar Presiden Prabowo Subianto.

Presiden menegaskan bahwa Indonesia tetap teguh menjalankan politik luar negeri bebas-aktif dan tidak akan bergabung dengan pakta militer mana pun.

Namun, ia memberikan peringatan keras bahwa posisi nonblok menuntut Indonesia untuk memiliki kemandirian pertahanan yang mumpuni. Menurutnya, kepercayaan pada kekuatan sendiri adalah kunci utama jika sewaktu-waktu kedaulatan bangsa terancam.

“Kalau kita sungguh-sungguh mau nonblok, mau tidak terlibat dalam pakta, mau bersahabat sama semua, berarti kita sendiri. Kalau kita diancam, kalau kita diserang, tidak akan ada yang bantu kita, percaya sama saya,” tegas Presiden Prabowo mengingatkan.

Mengacu pada ajaran Panglima Besar Jenderal Sudirman, Presiden menekankan bahwa tugas utama pemerintah adalah menjaga keselamatan rakyat di tengah kondisi dunia yang kini lebih ditentukan oleh faktor kekuatan. Ia juga mengingatkan sejarah panjang Nusantara yang selalu menarik minat bangsa asing karena kekayaan sumber daya alamnya, sehingga kewaspadaan terhadap kedaulatan sumber daya menjadi mutlak diperlukan.

Melalui Rakornas ini, Presiden Prabowo berharap seluruh kepala daerah dapat menyelaraskan kebijakan pembangunan daerah dengan stabilitas pertahanan nasional.

“Indonesia tidak menginginkan peperangan, namun negara harus selalu dalam kondisi siap sebagai langkah pencegahan (deterrence) guna menjaga jati diri bangsa yang ramah namun tetap berdaulat penuh,” pungkasnya. (*)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA