Optimalisasi Area Parkir sebagai Upaya Mitigasi Risiko di Fasilitas BPJS

4 minutes reading
Friday, 24 Apr 2026 14:49 0 View Redaksi

Genbisnis.com | Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) merupakan lembaga yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional yang mencakup jutaan peserta dengan jumlah layanan yang tersebar luas. Fasilitas yang dikelola oleh BPJS Kesehatan tidak hanya berfokus pada pelayanan medis, tetapi juga pada sarana pendukung seperti area parkir.

Berdasarkan pengalaman pengguna, pelayanan di kantor BPJS sudah cukup memuaskan, mulai dari petugas yang ramah hingga proses yang relatif cepat. Namun, masih terdapat beberapa risiko pada fasilitas pendukung, khususnya area parkir, yang belum tertata dengan baik. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan kapasitas lahan, kurangnya pengawasan, adanya praktik parkir liar, serta rendahnya kesadaran pengguna.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan dan optimalisasi area parkir sebagai upaya mitigasi risiko parkir liar di fasilitas BPJS Kesehatan.Karena area parkir sering kali menjadi titik pertama interaksi peserta dengan fasilitas layanan. Jika tidak dikelola dengan baik, area ini dapat menimbulkan berbagai risiko, mulai dari kemacetan, menghambat akses kendaraan darurat, kecelakaan ringan, hingga tindak kriminal seperti pencurian kendaraan(Litman, 2020). Oleh karena itu, pengelolaan dan optimalisasi area parkir menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi risiko risiko di fasilitas BPJS Kesehatan.

faktor utama penyebab parkir liar di fasilitas BPJS Kesehatan, antara lain:

  • Keterbatasan kapasitas area parkir
  • Kurangnya pengawasan

dan pengendalian

  • Minimnya rambu dan informasi parkir
  • Rendahnya kesadaran pengguna

Potensi Risiko di Area Parkir yang umum terjadi antara lain:

  • Kepadatan kendaraan, terutama pada jam sibuk, yang dapat memicu kemacetan.
  • Kecelakaan ringan, akibat kurangnya pengaturan jalur kendaraan dan pejalan kaki.
  • Tindak kriminal, seperti pencurian atau perusakan kendaraan.
  • Ketidakteraturan parkir, yang menyebabkan inefisiensi penggunaan lahan.

Risiko-risiko tersebut tidak hanya berdampak pada keamanan, tetapi juga dapat menurunkan kenyamanan dan kepuasan peserta terhadap layanan BPJS secara keseluruhan.

Pengelolaan area parkir yang efektif memerlukan pendekatan yang terintegrasi. Menurut Shoup (2011), manajemen parkir yang baik harus mencakup pengaturan kapasitas, tarif, serta pengawasan. Dalam konteks fasilitas BPJS Kesehatan, strategi yang dapat diterapkan Untuk mengurangi risiko, diperlukan strategi pengelolaan yang terstruktur. Beberapa langkah yang dapat diterapkan antara lain:

  1. Penataan Tata Letak Parkir

Pengaturan jalur masuk dan keluar yang jelas serta pembagian zona parkir (motor, mobil, dan kendaraan khusus) dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi potensi kecelakaan.

  1. Sistem Keamanan Terpadu

Pemasangan CCTV, penerangan yang memadai, serta kehadiran petugas keamanan menjadi faktor penting dalam mencegah tindak kriminal.

  1. Penerapan Sistem Parkir Modern

Penggunaan teknologi seperti tiket elektronik atau sensor parkir dapat membantu memantau kapasitas dan mengurangi antrean kendaraan.

  1. Penyediaan Rambu dan Informasi

Rambu parkir dan petunjuk arah yang jelas membantu pengguna memahami aturan serta menghindari kesalahan parkir.

Optimalisasi area parkir tidak hanya berarti menambah kapasitas, tetapi juga memaksimalkan penggunaan lahan yang tersedia. Hal ini dapat dilakukan melalui:

  • Pemanfaatan ruang secara vertikal (parkir bertingkat) jika lahan terbatas
  • Pengaturan waktu parkir untuk menghindari kendaraan parkir terlalu lama
  • Integrasi dengan sistem pelayanan, sehingga alur kedatangan dan kepulangan peserta lebih teratur

Dengan optimalisasi yang baik, area parkir dapat mendukung kelancaran operasional fasilitas BPJS.

Pengelolaan area parkir harus menjadi bagian dari sistem manajemen risiko yang lebih luas. Pendekatan ini mencakup identifikasi potensi risiko, analisis dampak, serta penerapan langkah mitigasi yang tepat. Evaluasi berkala juga diperlukan untuk memastikan bahwa sistem yang diterapkan tetap efektif dan relevan dengan kondisi di lapangan.

Area parkir merupakan bagian penting dari fasilitas layanan BPJS Kesehatan yang sering kali kurang mendapat perhatian. Padahal, pengelolaan dan optimalisasi area parkir memiliki peran besar dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman. Dengan strategi yang tepat, risiko dapat diminimalkan dan kualitas layanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan.

Penulis: Widia Wati (Mahasiswa Universitas Pamulang)

Daftar Pustaka

 

Litman, T. (2020). Parking management best practices. Victoria Transport Policy Institute.

Shoup, D. (2011). The high cost of free parking. American Planning Association.

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. (2015). Pedoman teknis penyelenggaraan fasilitas parkir. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

ISO 31000:2018 – Risk Management Guidelines

International Organization for Standardization. (2018). ISO 31000:2018 risk management—Guidelines. https://www.iso.org/iso-31000-risk-management.html

Standarku. (2020). Standar ISO 31000: Manajemen risiko. https://standarku.com/standar-iso-31000/

BPJS Ketenagakerjaan. (2022). Penerapan tata kelola dan manajemen risiko. https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/penerapan-tata-kelola.html

Fakultas Kesehatan dan Teknologi. (2021). Penerapan ISO 31000 dalam manajemen risiko(studikasusBPJS). https://journal.fkpt.org/index.php/JAMEK/article/view/1906

 

 

 

LAINNYA