Genbisnis.com | Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) merupakan lembaga yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional yang mencakup jutaan peserta dengan jumlah layanan yang tersebar luas. Fasilitas yang dikelola oleh BPJS Kesehatan tidak hanya berfokus pada pelayanan medis, tetapi juga pada sarana pendukung seperti area parkir.
Berdasarkan pengalaman pengguna, pelayanan di kantor BPJS sudah cukup memuaskan, mulai dari petugas yang ramah hingga proses yang relatif cepat. Namun, masih terdapat beberapa risiko pada fasilitas pendukung, khususnya area parkir, yang belum tertata dengan baik. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan kapasitas lahan, kurangnya pengawasan, adanya praktik parkir liar, serta rendahnya kesadaran pengguna.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan dan optimalisasi area parkir sebagai upaya mitigasi risiko parkir liar di fasilitas BPJS Kesehatan.Karena area parkir sering kali menjadi titik pertama interaksi peserta dengan fasilitas layanan. Jika tidak dikelola dengan baik, area ini dapat menimbulkan berbagai risiko, mulai dari kemacetan, menghambat akses kendaraan darurat, kecelakaan ringan, hingga tindak kriminal seperti pencurian kendaraan(Litman, 2020). Oleh karena itu, pengelolaan dan optimalisasi area parkir menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi risiko risiko di fasilitas BPJS Kesehatan.
faktor utama penyebab parkir liar di fasilitas BPJS Kesehatan, antara lain:
dan pengendalian
Potensi Risiko di Area Parkir yang umum terjadi antara lain:
Risiko-risiko tersebut tidak hanya berdampak pada keamanan, tetapi juga dapat menurunkan kenyamanan dan kepuasan peserta terhadap layanan BPJS secara keseluruhan.
Pengelolaan area parkir yang efektif memerlukan pendekatan yang terintegrasi. Menurut Shoup (2011), manajemen parkir yang baik harus mencakup pengaturan kapasitas, tarif, serta pengawasan. Dalam konteks fasilitas BPJS Kesehatan, strategi yang dapat diterapkan Untuk mengurangi risiko, diperlukan strategi pengelolaan yang terstruktur. Beberapa langkah yang dapat diterapkan antara lain:
Pengaturan jalur masuk dan keluar yang jelas serta pembagian zona parkir (motor, mobil, dan kendaraan khusus) dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi potensi kecelakaan.
Pemasangan CCTV, penerangan yang memadai, serta kehadiran petugas keamanan menjadi faktor penting dalam mencegah tindak kriminal.
Penggunaan teknologi seperti tiket elektronik atau sensor parkir dapat membantu memantau kapasitas dan mengurangi antrean kendaraan.
Rambu parkir dan petunjuk arah yang jelas membantu pengguna memahami aturan serta menghindari kesalahan parkir.
Optimalisasi area parkir tidak hanya berarti menambah kapasitas, tetapi juga memaksimalkan penggunaan lahan yang tersedia. Hal ini dapat dilakukan melalui:
Dengan optimalisasi yang baik, area parkir dapat mendukung kelancaran operasional fasilitas BPJS.
Pengelolaan area parkir harus menjadi bagian dari sistem manajemen risiko yang lebih luas. Pendekatan ini mencakup identifikasi potensi risiko, analisis dampak, serta penerapan langkah mitigasi yang tepat. Evaluasi berkala juga diperlukan untuk memastikan bahwa sistem yang diterapkan tetap efektif dan relevan dengan kondisi di lapangan.
Area parkir merupakan bagian penting dari fasilitas layanan BPJS Kesehatan yang sering kali kurang mendapat perhatian. Padahal, pengelolaan dan optimalisasi area parkir memiliki peran besar dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman. Dengan strategi yang tepat, risiko dapat diminimalkan dan kualitas layanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan.
Penulis: Widia Wati (Mahasiswa Universitas Pamulang)
Daftar Pustaka
Litman, T. (2020). Parking management best practices. Victoria Transport Policy Institute.
Shoup, D. (2011). The high cost of free parking. American Planning Association.
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. (2015). Pedoman teknis penyelenggaraan fasilitas parkir. Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
ISO 31000:2018 – Risk Management Guidelines
International Organization for Standardization. (2018). ISO 31000:2018 risk management—Guidelines. https://www.iso.org/iso-31000-risk-management.html
Standarku. (2020). Standar ISO 31000: Manajemen risiko. https://standarku.com/standar-iso-31000/
BPJS Ketenagakerjaan. (2022). Penerapan tata kelola dan manajemen risiko. https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/penerapan-tata-kelola.html
Fakultas Kesehatan dan Teknologi. (2021). Penerapan ISO 31000 dalam manajemen risiko(studikasusBPJS). https://journal.fkpt.org/index.php/JAMEK/article/view/1906