Haji 2025 Jadi Penutup Tugas Ditjen PHU Kemenag

3 minutes reading
Tuesday, 16 Dec 2025 23:14 19 Redaksi

genbisnis.com/ – Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kementerian Agama menandai berakhirnya tugas penyelenggaraan haji 2025 dengan merilis buku dokumentasi bertajuk Haji Indonesia Era Kementerian Agama sebagai memori kolektif perjalanan haji nasional.

Rilis buku ini dilakukan dalam Rapat Kerja Nasional Kementerian Agama di Tangerang Selatan sekaligus menjadi penutup mandat Ditjen PHU sebelum pengelolaan haji beralih ke Kementerian Haji dan Umrah mulai tahun depan.

“Kami bersyukur haji terakhir sukses dilakukan Kemenag. Tahun depan, pelaksanaan haji diselenggarakan oleh Kementerian Haji dan Umrah,” ujar Direktur Jenderal PHU Kemenag, Hilman Latief dalam keterangan tertulis yang diterima pada Selasa (16/12/2025),

Peluncuran buku ditandai dengan penyerahan langsung oleh Dirjen PHU kepada Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i, dan Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin. Momen tersebut menjadi simbol pamitan institusional Ditjen PHU atas tugas panjang penyelenggaraan ibadah haji.

“Buku ini kami persembahkan sebagai penanda perjalanan dan tanggung jawab yang telah kami tunaikan,” kata Hilman Latief.

Ia menjelaskan penyelenggaraan haji 2025 merupakan tantangan terberat sepanjang sejarah Ditjen PHU karena kompleksitas persoalan dan dinamika lapangan yang dihadapi.

Meski demikian, pelaksanaan haji dinilai berjalan sukses dan mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Arab Saudi.

“Alhamdulillah, haji 2025 dinilai sebagai salah satu penyelenggaraan terbaik, dan indeks kepuasan jemaah tetap berada pada kategori sangat memuaskan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa selama 75 tahun Kementerian Agama mengelola haji, terdapat banyak pengalaman, kebijakan, dan pembelajaran penting yang perlu didokumentasikan secara utuh dan sistematis.

“Tujuh puluh lima tahun bukan waktu yang singkat, dan semua itu harus dicatat sebagai memori kolektif umat Islam Indonesia,” ujarnya.

Menurut Hilman, buku Haji Indonesia Era Kementerian Agama diharapkan menjadi referensi bagi perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN), kantor wilayah Kemenag, serta para pemangku kepentingan haji di masa mendatang.

“Mudah-mudahan buku ini bisa menjadi pegangan dan rujukan bagi para pemangku kepentingan haji ke depan,” harap Hilman.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen PHU, M. Arfi Hatim, menjelaskan bahwa penyusunan buku tersebut dikoordinasikan bersama tim akademik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin, Banten, dengan standar penulisan ilmiah yang ketat.

“Buku ini disusun berdasarkan sumber primer Kementerian Agama dan referensi yang kredibel, sehingga memenuhi standar akademik,” kata M. Arfi Hatim.

Ia menyebutkan, buku setebal sekitar 2.300 halaman ini ditulis oleh Hilman Latief dan tim dalam waktu relatif singkat setelah musim haji berakhir, dengan proses penyuntingan oleh Hadi Rahman dan filolog terkemuka Oman Fathurahman.

“Ini boleh jadi merupakan buku paling tebal dan paling komprehensif tentang haji Indonesia yang pernah diterbitkan,” ujarnya.

Buku Haji Indonesia Era Kementerian Agama disusun dalam tiga jilid yang saling melengkapi, masing-masing mengulas aspek sejarah, kebijakan, dan inovasi penyelenggaraan haji Indonesia.

“Tiga jilid ini memiliki sudut pandang berbeda, tetapi merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan,” jelas M. Arfi Hatim.

Ia merinci, jilid pertama berjudul Dari Masa ke Masa yang memuat narasi kronologis penyelenggaraan haji sejak 1950 hingga 2025, jilid kedua bertema Ekosistem dan Kebijakan, serta jilid ketiga Adaptasi dan Inovasi yang mengulas transformasi layanan haji dari waktu ke waktu.

“Kami ingin memastikan seluruh perjalanan penyelenggaraan haji Indonesia terdokumentasi dengan baik dan dapat dipelajari lintas generasi,” pungkasnya. (*)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA